Geliat politik jelang 2014

Diwacanakan Pasangan dengan Ani Yudhoyono, Ini Kata Rhoma

Kompas.com - 08/01/2013, 11:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa menyatakan mempertimbangkan beberapa tokoh untuk diusung menjadi calon presiden maupun wakil presiden di Pemilu 2014. Tak hanya dari internal, PKB juga melirik tokoh dari luar partai.

Dua tokoh eksternal yang dilirik PKB di antaranya adalah Raja Dangdut Rhoma Irama dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Bagaimana jika keduanya diduetkan PKB menghadapi Pilpres 2014?

Ketika ditanya hal itu, Rhoma yang akan menemui pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat enggan berkomentar. Dia terus mengelak ketika wartawan meminta komentarnya.

"Pak Taufiq (Taufiq Kiemas, Ketua MPR) sudah nunggu," kata Rhoma, sambil menghindari wartawan di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa ( 8/1/2013 ).

Lantaran terus didesak, Rhoma akhirnya bersuara, tetapi tetap tak banyak komentar. Ia hanya menyanyikan sepenggal lagu yang menjadi soundtrack filmnya dulu ketika berduet dengan Yati Octavia. "Aniiii....," kata Rhoma sambil berdendang.

Seperti diberitakan, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya sangat serius melirik Rhoma untuk diusung sebagai capres. Rhoma dinilai memiliki potensi untuk menjadi pemimpin negara.

Terkait pengakuan dukungan Ani sebagai capres oleh beberapa parpol, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menegaskan bahwa istrinya itu ataupun kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, tak akan maju pada ajang perebutan kursi RI 1 pada 2014.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau