DPRD DKI: Jokowi Sebarkan Virus Positif

Kompas.com - 08/01/2013, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinobatkannya Joko Widodo sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia oleh The City Mayors Foundation (www.worldmayor.com) diapresiasi oleh DPRD DKI Jakarta. Jokowi dianggap sukses menyebarkan virus positifnya di Indonesia.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mengatakan, prestasi yang diraih Jokowi saat memimpin Kota Surakarta dapat diintrepretasikan sebagai capaian bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, dari 10 wali kota terbaik sedunia, Jokowi berhasil menempati posisi tiga di bawah Wali Kota Bilbao, Spanyol, Inaki Azkuna, dan Wali Kota Perth, Australia, Lisa Scaffidi.

"Saya pikir prestasi ini indikator kebanggaan nasional ya, dan mohon maaf, Presiden juga meniru gayanya, calon pemimpin lain juga ikut meniru," kata Selamat kepada Kompas.com, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Selamat mengungkapkan, saat menjadi Wali Kota Solo, Jokowi berhasil menjdi trend-setter untuk semua warganya. Dengan komunikasi yang baik, Jokowi juga dinilai berhasil menumbuhkan semangat ownership di benak seluruh warga Surakarta terkait program-program yang dijalankannya.

Menurut Selamat, Jokowi mampu membawa prestasi saat memimpin Surakarta ke Ibu Kota Jakarta. Dengan catatan mendapat dukungan yang lebih signifikan dari elite di jajaran pemerintah pusat.

"Kalaupun ada kendala, rasanya hanya bentuk dukungan dari pusat. Komunikasi Jokowi ke Pemerintah Pusat sudah baik, tapi sambutannya belum sepadan," ujarnya.

Untuk diketahui, The City Mayors Foundation (www.worldmayor.com) merilis daftar 10 wali kota terbaik sedunia. Jokowi dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga atas prestasinya sewaktu memimpin Surakarta.

Jokowi menempati posisi ketiga karena sukses melekatkan citra Kota Surakarta sebagai kota seni budaya. Atas citra tersebut, magnet Surakarta untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara semakin kuat.

Jokowi juga dinilai sebagai politisi paling jujur di Indonesia karena aktif kampanyekan anti korupsi dan menolak mengambil gaji selama menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Berikut 10 wali kota terbaik dunia versi The City Mayors Foundation:

1. Inaki Azkuna, Bilbao, Spanyol

2. Lisa Scaffidi, Perth, Australia

3. Joko Widodo, Surakarta, Indonesia

4. Regis Labeaume, Quebec City, Kanada

5. John F Cook, El Paso, AS

6. Park Wan-su, Changwon City, Korea Selatan

7. Len Brown, Auckland, Selandia Baru

8. Edgardo Pamintuan, Angeles City, Filipina

9. Mouhib Khatir, Zeralda, Aljazair

10. Alfonso Sánchez Garza, Matamoros, Meksiko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau