Basuki: Syarat Undian Rumah Susun Dinaikkan

Kompas.com - 08/01/2013, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat bahwa batas maksimal penghasilan peserta undian rumah susun (rusun) harus dinaikkan. Pasalnya, dengan penghasilan yang kecil, Basuki khawatir nantinya para pemilik akan menjual rusunnya pada warga yang lebih mampu.

Untuk diketahui, saat ini batas maksimal mengikuti undian mendapatan rusun di Marunda adalah para warga yang berpenghasilan tak lebih dari Rp 2,5 juta. Dalam analisa Basuki, batas maksimal penghasilan itu akan dinaikkan menjadi tak lebih dari Rp 5 juta.

"Menurut saya enggak akan salah sasaran. Yang salah adalah memberikan rusun pada yang penghasilnnya kecil, karena nanti akan dijual ke orang kaya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Untuk mengantisipasi warga pemilik rusun yang melanggar aturan dengan menjual rusunnya pada pihak lain, Basuki mengancamnya dengan sanksi tegas, yakni dengan terpaksa mengusir seluruh penghuni yang berada satu lantai dengan rusun yang dijual. Menurutnya, ancaman ini untuk memaksa pengawasan dari seluruh penghuni rusun.

"Dinaikkan saja syaratnya, saya pikir dengan gaji Rp 5 juta orang enggak akan mampu beli rumah di Jakarta," ujarnya.

Sebagai informasi, lebih dari 1.000 kepala keluarga yang mendaftar untuk mendapatkan rusun di Marunda dengan sistem undian. Namun demikian, jumlahnya menyusut sekitar 500 kepala keluarga karena banyak yang gagal saat verifikasi data. Bahkan finalnya, hanya sekitar 78 kepala keluarga yang akhirnya lolos seleksi dan berhak menempati rusun dengan tarif Rp 300.000 per bulan dan berkapasitas 500 keluarga tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau