Achsanul: Mungkin Kumis Saya Kurang Tebal untuk Jadi Menpora

Kompas.com - 12/01/2013, 09:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama angggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasih sempat disebut-sebut sebagai calon kuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya memilih Roy Suryo sebagai pengganti Andi Mallarangeng. Kecewakah politisi Demokrat yang juga aktif di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia itu dengan keputusan Presiden?

"Enggak, saya enggak kecewa. Ini dipilih, bukan direbut, jadi tergantung yang memilih. Kalau rebutan, ya beda. Saya mendukung keputusan presiden," kata Achsanul, Jumat (11/1/2013), seperti dikutip Tribunnews.com.

Achsanul menilai, Roy cocok menjabat Menpora. "Saya dukung saja sebagai kader," ujarnya.

Dengan bercanda ia mengungkapkan, kemungkinan faktor yang menyebabkannya tak menjadi pilihan Presiden karena tak memiliki kumis yang tebal. Mengingat, dua Menpora sebelumnya, Andi Mallarangeng dan Adhyaksa Dault, memiliki kumis. "Mungkin kumis saya kurang tebal," katanya sambil tertawa.

Seperti diberitakan, Presiden SBY akhirnya secara resmi mengumumkan nama Roy Suryo sebagai Menpora baru pengganti Andi Mallarangeng. Hal itu disampaikan Presiden pada Jumat (11/1/2013) siang, di Istana Negara, Jakarta. Presiden mengatakan, ia sudah melakukan serangkaian tes terhadap Roy sehingga dinilai pantas dan layak untuk menjabat Menpora.

Baca juga:
Roy: Presiden Sudah Tunjuk Saya sebagai Menpora
Roy Mengaku Diseleksi sejak Pekan Lalu

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Roy Suryo Menpora Baru

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau