Kali Mookervart Meluap, 4 RT Terendam

Kompas.com - 13/01/2013, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kebanjiran akibat luapan Kali Mookervart. Sebanyak empat RT di RW 2 terendam air setinggi 70 sentimeter.

"Yang kena banjir ada empat RT. RT 3,9,10, dan RT 14," kata Ridho, warga RT 07 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2013).

Menurut dia, banjir sudah datang sekitar pukul 04.00. Setiap hujan, daerah tersebut memang selalu mengalami banjir. Akan tetapi, banjir saat ini memang lebih tinggi karena hujan deras mengguyur Jakarta secara merata.

Ridho menuturkan, yang membuat dirinya khawatir adalah tembok pembatas antara kali dan rumah penduduk sudah semakin miring. Tekanan air yang tinggi membuat tembok terus miring dan dapat menimpa rumah warga di bantaran kali.

Menurut dia, kemungkinan air baru bisa surut dalam waktu dua hari karena aliran air di kali masih tinggi sehingga genangan di perumahan warga tidak bisa berkurang. Pantauan Kompas.com, banyak warga yang tidak bisa beraktivitas seperti pada hari biasa. Namun, aliran listrik masih berfungsi. Suku Dinas Sosial Jakarta Barat membuka dapur umum untuk membantu warga yang terkena banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau