Jepang Gelar Latihan Perang

Kompas.com - 16/01/2013, 03:34 WIB

TOKYO, SELASA - Jepang makin giat menunjukkan kekuatan militernya, dengan menggelar dua latihan militer dalam waktu berdekatan, pekan ini. Pada saat bersamaan, Kabinet Jepang menyetujui usulan penambahan anggaran pertahanan sebesar 210 miliar yen.

Hari Selasa (15/1), seorang pejabat pemerintahan Jepang menyatakan, Jepang dan Amerika Serikat mulai menggelar latihan perang udara bersama di perairan Samudra Pasifik.

Latihan, yang melibatkan empat pesawat tempur F-4 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang dan enam pesawat tempur F/A-18 milik AS, itu telah dimulai hari Senin dan akan berlangsung hingga Jumat.

Menurut pejabat tersebut, latihan yang juga melibatkan 90 personel militer AS itu digelar di perairan Pasifik di lepas pantai Pulau Shikoku, pulau terbesar keempat di Jepang.

Latihan tersebut digelar hanya sehari setelah Pasukan Bela Diri Darat Jepang menggelar latihan militer dengan skenario ”merebut kembali pulau terpencil yang diinvasi pasukan musuh”. Latihan, yang digelar di pangkalan Garnisun Narashino di Chiba, dekat Tokyo, itu melibatkan 300 tentara, 20 pesawat tempur, dan lebih dari 30 kendaraan tempur.

Semua latihan ini digelar di tengah makin tegangnya hubungan antara Jepang dan China karena sengketa teritorial terkait gugus kepulauan tak berpenghuni di Laut China Timur.

Pekan lalu, untuk pertama kalinya kedua negara sama-sama mengirimkan pesawat-pesawat tempur mereka ke kawasan sengketa tersebut. Jepang kembali mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya, Selasa, setelah satu pesawat survei maritim Y-12 milik China terdeteksi mendekati kawasan kepulauan, yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China, itu.

Pada hari yang sama, Kabinet Jepang menyetujui usulan anggaran tambahan sebesar 13,1 triliun yen (Rp 1,4 kuadriliun). Di dalamnya termasuk tambahan anggaran sebesar 210 miliar yen untuk meningkatkan kemampuan peralatan militer Jepang guna memperkuat pertahanan di perbatasan.

Anggaran tambahan ini masih membutuhkan persetujuan parlemen Jepang. Namun, mengingat partai berkuasa saat ini, Partai Demokrat Liberal (LDP) dan koalisinya menguasai mayoritas parlemen, diperkirakan rancangan anggaran tambahan itu akan lolos dengan mudah.

Memperkuat kemampuan

China pun tak tinggal diam. Surat kabar Harian Rakyat, yang menjadi corong Partai Komunis China (PKC), Selasa, menyebutkan, angkatan bersenjata China telah diperintahkan untuk memperkuat kemampuan tempur pada tahun ini.

Harian tersebut mengutip dokumen yang berisi perintah Staf Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat tentang latihan militer tahun 2013. Menurut dokumen tersebut, tentara dan polisi China harus memusatkan perhatian pada kemampuan bertempur dan memenangi pertempuran.

Untuk mencapai tujuan itu, militer China diharuskan memperkuat sejumlah latihan militer yang menyimulasikan situasi pertempuran sesungguhnya. Selain itu, proses perekrutan personel militer berkaliber tinggi harus ditingkatkan.

Secara terpisah, kantor berita Xinhua juga mengabarkan, Pemerintah China akan menggelar survei pemetaan ke Laut China Timur, yang akan meliputi kawasan sengketa.

Survei itu merupakan bagian dari program untuk memetakan pulau-pulau dan gugusan karang milik China. Tidak dijelaskan apakah survei itu hanya akan dilakukan di laut, atau akan meliputi survei di daratan pulau-pulau tersebut.

”Ada sejumlah kesulitan untuk mendarat dan melakukan survei di beberapa pulau, dan untuk menyurvei dan memetakan perairan di sekitarnya, karena beberapa negara telah melanggar dan menduduki pulau-pulau milik China ini,” tutur Zhang Huifeng, pejabat Badan Survei, Pemetaan dan Geoinformasi Nasional China yang dikutip Xinhua. (AP/AFP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau