Banjir Masih Genangi Depan RSAL Mintohardjo

Kompas.com - 16/01/2013, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak kemarin, Selasa (15/1/2013), telah membuat genangan setinggi lutut orang dewasa pada ruas jalan di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Banjir yang menggenangi jalan Bendungan Hilir Raya ini sudah terjadi sejak hujan deras mengguyur Jakarta sore kemarin.

"Kemarin, habis Magrib jam 19.00 WIB udah banjir. Kalau kemarin, sudah sampai di atas perut di jalan ini, sekarang sudah surut sekitar setengah meter," ujar Suparti, salah seorang warga, Rabu (16/1/2013).

Akibatnya, daerah yang berdekatan dengan Sungai Krukut ini tidak bisa dilintasi pengguna jalan. Hanya beberapa dari mereka yang memberanikan diri melewati genangan tersebut.

Tak ayal, tidak sedikit kendaraan, khususnya roda dua, yang harus didorong karena mesinnya mati saat melintasi genangan tersebut. "Dari pagi sudah banyak yang mogok. Mereka nekat, sudah tahu banjir, masih aja maksain," ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Kendaraan yang melaju dari arah Pejompongan menuju pasar Bendungan Hilir atau sebaliknya terpaksa harus memutar kendaraan mereka melewati kompleks danau, tak jauh dari rumah sakit.

Daerah Bendungan Hilir ini memang sudah menjadi langganan banjir bila hujan deras turun. Bahkan, pada banjir tahun 2007 lalu, air mencapai dada orang dewasa dan masuk ke dalam rumah sakit.

"Ini sih belum seberapa. Pada 2007 kemarin, di depan rumah sakit, banjirnya sedada, udah gitu ada arusnya lagi," papar Suparti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau