Game Indonesia Melangkah Penuh Optimisme

Kompas.com - 17/01/2013, 08:08 WIB

(Didit Putra Erlangga Rahardjo/Kompas.com) Pelaksanaan Prototype Day di Institut Teknologi Bandung, Rabu (16/1/2013)

BANDUNG, KOMPAS.com - Hampir tiga minggu pertama dalam tahun 2013 sudah berlalu, para pelaku industri video game Indonesia meyakini bahwa tahun ini bakal menjadi masa yang membawa optimisme ke arah lebih baik. Bagi mereka, inilah saatnya untuk tumbuh dan tampil menjawab ekspektasi dari masyarakat Indonesia.

Demikian kesimpulan yang didapatkan dari hasil perbincangan Kompas dengan beberapa studio game dalam beberapa hari terakhir. Indonesia menutup tahun 2012 dengan pencapaian yang membanggakan yakni tampilnya dua studio game yakni Agate Studio dengan Altermyth sebagai peserta pameran Tokyo Game Show 2012 mewakili bintang baru dari benua Asia.

Begitu memasuki tahun 2013, prestasi pertama sudah diraih oleh Toge Productions dengan memenangkan kategori game terbaik tahun 2012 dari portal game, Armor Games. Toge Productions bersama karya mereka, Infectonator 2 meraih dukungan terbanyak dan menyisihkan game lain dari berbagai negara.

Shafiq Husein, Public and Community Relation Manager Altermyth, studio game yang menghasilkan karya seperti Legend Of Majumaru untuk game mobile. Dia menuturkan, Altermyth saat ini sudah memiliki karyawan hingga 80 orang dari sebelumnya 20 orang di awal tahun 2012, beberapa produk juga tengah disiapkan.

"Peluang kerja sama dengan perusahaan game dari Jepang juga tengah dirintis," kata Shafiq.

Dalam tahun 2013, Shafiq mengaku optimistis karena industri aplikasi dan game elektronik tengah bergeliat di Indonesia maupun internasional. Perkembangan teknologi yang berjalan cepat juga mendorong munculnya produk yang makin beragam.

Panji Prakoso, Chief Executive Officer Tinker, mengatakan tahun 2013 adalah tahun yang mereka nantikan karena studio game yang berbasis di Kota Bandung ini bakal meluncurkan karya-karya mereka untuk pertama kali. Salah satunya adalah Inheritage, sebuah permainan yang memiliki referensi budaya yang kental dari Jawa Barat maupun provinsi lainnya di Indonesia. Ada pula beberapa judul yang sudah dipersiapkan seperti Soccer Girl Adventure dan Paws.

"Untuk tahun depan, kami mencoba untuk menggarap pasar lokal dengan bekerja sama dengan pelaku industri kreatif lainnya seperti komik, novel, maupun animasi," ujar Panji.

Tantangan yang menghadang di tahun 2013, lanjut Panji, adalah mempersiapkan sumber daya manusia bagi para pengembang game untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan bisa bersaing dengan negara lain.
 
Ada lagi Cupcorn, studio game yang bermarkas di Yogyakarta, yang lahir pada tahun 2012 dari komunitas game bernama Amikom Game Developer. CEO Cupcorn, Agoes Tri Haryanto, menuturkan bahwa rencana mereka di tahun 2013 adalah meluncurkan game tiga dimensi mereka yang pertama.

Selain itu, mereka juga tengah mempersiapkan event berupa festival game di Yogyakarta. Harapannya satu, menjadikan kota pelajar itu masuk dalam peta industri game nasional.

Ekspansi

Sinyalemen ini juga bisa ditangkap dari langkah situs media Segitiga.net yang memutuskan untuk memperluas cakupan pembahasan mereka dari semula board game ke game digital. Sejak dua bulan terakhir, mereka mengulas artikel game berikut wawancara dengan studio game dalam negeri, termasuk tokoh-tokoh yang terkait langsung dalam industri kreatif atau bahkan sekadar hobi.

"Kami ingin menghadirkan berita yang khusus membahas soal dampak positif bermain game. Diharapkan referensi mengenai efek positif dari video game bisa ditemui di situs ini," ujar Editor-in-Chief Segitiga.Net, Adieb Aryasepta Haryadi.

Segitiga.Net, lanjut Adieb, direncanakan untuk menjadi hub yang mempertemukan antara studio game dengan industri. Mereka sudah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk menggelar Prototype Day yang mendorong mahasiswa untuk membagikan purwarupa penelitian mereka kepada sesama. Tujuannya untuk mendapatkan masukan mengenai pengembangan dari peserta lainnya.

Salah satu penulis Segitiga.Net sekaligus CEO Kummara, Eko Nugroho, mengatakan bahwa mereka sudah memiliki rencana dalam setahun penuh yang terjadwal untuk mendorong industri game nasional sampai ke tingkat pembuat kebijakan. Hanya saja, detail lebih lanjut baru akan diumumkan beberapa minggu mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau