Banjir

Serba Bingung Menuju Jakarta

Kompas.com - 17/01/2013, 14:55 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Banjir di DKI Jakarta menyisakan dilema bagi para pekerja komuter dari Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2013). Pegawai yang sudah sampai di Stasiun Manggarai atau Pasar Minggu bingung karena tak ada kendaraan menuju kantor mereka, sementara pegawai di Stasiun Besar Bogor masih bingung bagaimana hendak menuju Jakarta.

Enda (29), warga Bogor Barat yang bekerja di Kawasan Sudirman, Jakarta, berangkat dari Stasiun Besar Bogor pukul 06.21, tetapi baru tiba di Manggarai pukul 09.30. Ia seharusnya berhenti di Stasiun Sudirman, tetapi genangan air menerpa jalur rel sehingga kereta rel listrik hanya bisa berhenti di Manggarai atau Pasar Minggu.

"Tadi lama juga di Stasiun Tebet. Tapi sudah sampai di Manggarai juga enggak bisa ke kantor. Sampai pukul 10.30 saya mencari ojek enggak dapat. Busway juga enggak bisa," kata Enda yang sedang hamil 7,5 bulan saat ditemui di Stasiun Besar Bogor, Kamis siang.

Enda akhirnya memilih pulang ke Bogor dan tiba sekitar pukul 11.45. Menurut dia, beberapa temannya yang menggunakan bus juga akhirnya pulang ke Bogor karena tidak bisa menembus jalur menuju kantor.

Eris (27), warga Dramaga yang bekerja di Palmerah, hingga pukul 12.00 masih berada di Stasiun Besar Bogor. Ia seharusnya menggunakan KRL pukul 10.00, tetapi ternyata hanya bisa sampai Stasiun Pasar Minggu. Dia akhirnya memilih naik bus dari Terminal Baranangsiang.

"Saya baru naik diberi tahu kernet kalau bus yang berangkat pukul 05.30 sampai pukul 11.00 baru sampai di Cibubur. Saya akhirnya balik ke stasiun lagi," tuturnya.

Eris menunggu KRL bisa menembus Stasiun Manggarai. Namun, dia belum tahu bagaimana dari Manggarai menuju Palmerah. "Saya usaha dulu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau