Satu orang berhasil keluar sendiri, satu lagi ditolong tim penyelam dalam kondisi hidup, dan dua lainnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto memastikan korban yang terperangkap di basemen Plaza UOB hanya empat orang dan semuanya sudah ditemukan.
”Dua korban ditemukan selamat dengan kondisi fisik lemah, yakni Tri Santoso (34) dan Tito Fitrianto (30), Jumat (18/1). Sedangkan yang ditemukan dalam keadaan meninggal, Sabtu, adalah Abdul Arief Agus (38) dan Hardian Eko Eristya (28),” ujarnya.
Terkait dugaan ada korban lainnya, Rikwanto menegaskan, hingga kemarin sore, tidak ada anggota masyarakat melapor ke kepolisian atau menginformasikan bahwa anggota keluarga, teman, atau saudaranya yang diduga juga terperangkap di basemen Plaza UOB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, pencarian korban dilakukan oleh puluhan penyelam dari berbagai institusi, seperti Pemprov DKI Jakarta, TNI, Polri, dan Basarnas.
”Kami mencari dari tiga lokasi masuk ke basemen bersama- sama,” kisahnya.
Saat pencarian korban, penyelam harus berjibaku dengan kondisi air yang keruh, tercampur bensin dan oli, serta gelap. Dheani Suncoko, salah satu penyelam, mengatakan, jarak antara air dan atap basemen 1, Sabtu siang, baru sekitar 1 meter.
Saat itu, baru tiga korban yang ditemukan. ”Kami bisa berjalan dengan menginjak atap mobil yang terkurung di basemen 1. Itu pun ketinggian air masih sedada,” ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti yang mengunjungi Tri dan Titos di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu sekitar pukul 14.00, mengatakan, keduanya mengalami luka ringan dan tubuhnya kemasukan air sehingga mengalami infeksi. Setelah dirawat, diberi antibiotik dan antitetanus, serta obat-obatan penunjang lain kondisi mereka membaik.
Dalam kunjungan itu, Ali yang didampingi dokter dan Direktur RS mendengarkan kisah kedua korban, saat terlanda banjir deras bercampur lumpur secara mendadak yang digambarkan mirip tsunami kecil. Tito bahkan sempat pingsan sesaat sebelum tim penolong tiba. Perawatan kedua korban ditanggung perusahaan mereka.
Adapun dua korban tewas, kemarin, sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, setelah evakuasi korban selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi atas keamanan gedung di Jakarta untuk menghadapi banjir dan kebakaran. ”Nanti semuanya akan kita evaluasi, baik terkait banjir maupun kebakaran. Yang jelas, warga masyarakat dan karyawan harus berada dalam posisi aman,” tuturnya.
Dalam keterangan pers, General Manajer pengelola gedung Thamrin Nine Complex, Bangga Nirwanjaya, mengklaim, kejadian di Gedung Plaza UOB murni bencana.
”Secara drainase, gedung normal baik, peralatan kami lengkap sesuai standar pengamanan. Namun, pompa kita tak sanggup mengurangi volume air karena terlalu banyak,” kata Bangga, semalam. Ia didampingi Assistant Building Manager Priskah Susilowaty.
Tindakan preventif sudah dilakukan pengelola gedung. Tetapi ditegaskan Bangga, kejadian itu di luar dugaan. Evakuasi sudah berjalan sesuai standar pengamanan gedung.
”Data dari tenant menyatakan, semua sudah ditemukan.
Dalam kesempatan itu, Bangga menyatakan, pihaknya akan memberikan santunan kepada para korban. Khusus untuk korban yang tewas, manajemen juga menanggung seluruh biaya pengurusan jenazah hingga ke pemakaman.
”Kami juga akan mendampingi keluarga korban sampai proses pemakaman,” ujarnya.
Meskipun status Eris dan
”Selain bantuan dari kami, para tenant di Thamrin Nine rencananya juga akan memberikan bantuan. Prosesnya saat ini sedang digodok,” katanya.
Bangga mengungkapkan kronologi kejadian banjir yang menyebabkan tergenangnya basemen gedung sekaligus penanganannya. Itu terkait langsung dengan mulai tergenangnya Jalan Teluk Betung dan Jalan Batu Raja. Melihat curah hujan
Pada pukul 09.30, pengelola juga segera melakukan pengumuman kepada semua penghuni gedung untuk melakukan evakuasi. Pukul 10.45 tanggul-tanggul yang dipasang hanyut karena datangnya air yang sangat deras secara tiba-tiba.
Basemen 1 tertutup air setinggi 3 meter pada pukul 13.30. Ada empat orang terperangkap di dalam basemen.
Di RT 014 RW 007 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, empat orang tewas karena keracunan asap genset. Kepala Polsek Penjaringan Ajun Komisaris Aris Syahbudin mengatakan, korban diketahui bernama Kasim (47), Nanang (21), Suratman (25), dan Rudi (22). Mereka tewas pukul 10.00, tetapi baru siangnya dievakuasi karena banjir tinggi.(K02/ATK/BEN/RTS/ART)