Efek Buruk Narkoba terhadap Performa Seks

Kompas.com - 20/01/2013, 19:57 WIB

KOMPAS.com  - Alkohol dan obat-obatan sudah sejak lama dikenal dapat mempengaruhi aktivitas seksual. Alkohol misalnya, dapat membuat seseorang “terbius” dan kehilangan koordinasi, yang berarti bahwa lebih sulit  merasakan sensasi seksual, sehingga akan sulit mengalami orgasme.

Zat-zat adiktif lain seperti amfetamin, kokain dan ekstasi juga dapat memiliki efek yang sama, sehingga sulit bagi seseorang untuk mencapai orgasme dan khususnya bagi pria untuk bisa ereksi.

Namun, tidak hanya itu, sebuah studi baru menemukan bahwa dampak alkohol dan obat-obatan pada performa seks tidak mudah dihilangkan meskipun sudah menghentikan penggunaan. Studi yang dilakukan para ahli di University of Granada di Spanyol dan di Universitas Santo Tomas di Kolombia telah menemukan bahwa, bagi pria yang kecanduan alkohol dan obat-obatan, gangguan seksual yang mereka alami dapat terus berlangsung meskipun setelah masa rehabilitasi.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Sexual Medicine edisi online ini melibatkan 905 orang pria antara tahun 2009 dan 2011. Dari total peserta, 549 orang didiagnosis kecanduan alkohol, kokain, heroin, ganja, atau campuran dari dua zat tersebut. Sedangkan 356 peserta lainnya dipantau sebagai kelompok kontrol. Para peneliti mengevaluasi masing-masing pria dalam empat kategori: hasrat seksual, kepuasan seksual, gairah seksual dan orgasme.

Ketika mereka membandingkan dua kelompok, para peneliti menemukan bahwa kinerja seksual kelompok “pecandu” mengalami gangguan sedang ataupun signifikan. Tingkat gangguan bervariasi, tergantung pada jenis obat-obatan yang digunakan. Misalnya, kokain dan heroin secara signifikan mempengaruhi kenikmatan seksual, tapi hanya sedikit mempengaruhi hasrat seksual.

Alkohol yang paling signifikan mempengaruhi gangguan gairah seksual. Para peneliti juga menemukan bahwa gangguan orgasme secara signifikan dipengaruhi oleh alkohol, heroin kokain, dan heroin.

Meskipun sudah banyak penelitian yang mengacu pada kaitan antara bahan adiktif dengan performa seksual, namun penelitian ini adalah yang pertama kali meneliti tentang performa seksual pun masih dipengaruhi oleh zat adiktif ketika orang tersebut sudah sembuh dari kecanduan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau