Pemilu 2014

Partai Tak Bedakan Bakal Caleg Artis

Kompas.com - 22/01/2013, 11:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah partai politik peserta Pemilihan Umum 2014 tidak akan membedakan perlakuan terhadap para artis yang menjadi bakal calon anggota legislatif (caleg). Para artis itu tetap harus mengikuti mekanisme perekrutan yang diberlakukan partai sebelum ditetapkan menjadi caleg sama seperti kader lain.

"Kami tidak akan membedakan latar belakang. Semua persyaratan sama untuk semua bakal caleg, artis ataupun nonartis," kata Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Sejumlah nama artis memang masuk daftar bakal caleg Hanura. Artis yang sudah lama bergabung dengan Hanura seperti Gusti Randa dan Reny Jayusman. Ada juga artis yang baru bergabung, seperti Iis Sugianto dan Kris Dayanti (KD).

Hal serupa dilakukan Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut Sekretaris Jenderal PAN Taufik Kurniawan, semua artis yang menjadi bakal caleg harus mengikuti serangkaian seleksi, termasuk tes kejiwaan. Hanya mereka yang lolos seleksi yang ditetapkan sebagai caleg.

"Tidak bisa dimungkiri, mereka (para artis) memang punya kelebihan popularitas. Tapi, kami mengutamakan kerja (untuk masyarakat). Tidak ada dikotonomi artis atau nonartis," katanya.

Menurut Taufik, ada sejumlah artis baru yang bergabung dengan PAN, di antaranya Marissa Haque, Hengky Kurniawan, Lucky Hamzah, dan Raffi Ahmad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau