Maulid nabi

Saatnya Pembangunan Moral Keagamaan Dikedepankan

Kompas.com - 24/01/2013, 10:34 WIB

CIREBON,KOMPAS.com — Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Kabupaten Cirebon KH Ja'far Shodiq Aqil Siraj menyambut baik program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis religius.

"Tiada alasan bagi seluruh warga NU (Nahdlatul Ulama) di Jawa Barat untuk tidak mendukung apa yang telah dirintis Pemprov Jabar," ujar KH Ja'far pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturahim dengan kiai se-Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) di Kabupaten Cirebon, Jabar, Rabu (23/1/2013) malam.

Dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, tanggung jawab pemerintahan jelas, mewujudkan kesejahteraan, termasuk di dalamnya unsur ketenteraman atau rasa aman di tengah masyarakat. "Namun, izinkan saya menambahkan, tujuan pemerintahan juga mewujudkan penghambaan total kita kepada Allah. Di sini maknanya ada pembangunan moral keagamaan," kata Heryawan pada acara yang dihadiri 200 kiai itu.

Selain KH Ja'far Shodiq Aqil Siraj juga hadir Pengasuh Ponpes Ambulu-Losari KH Munawir Abdussalam. Heryawan, yang juga disapa Aher, merinci bahwa banyak negara yang secara ekonomi sangat maju. Namun, dekadensi moral menyebabkan kemajuan ekonomi dimaksud tidak otomatis mewujudkan kebahagian warga.

Kasus-kasus penembakan brutal di sekolah di Amerika Serikat, misalnya, menjadi salah satu contoh kasus dari sekian banyak akibat terlupakannya pembangunan moral keagamaan. Di Jabar, lanjut Aher, kesejahteraan yang diupayakan harus disertai pembangunan moral.

Landasan ini juga atas dasar karakter warga Jabar yang religius dan menghargai kearifan budaya lokal. Berdasarkan pemahaman atas tugas pemerintahan tersebut, lembaga resmi ini sepatutnya menjadi alat bagi upaya mewujudkan kemaslahatan orang banyak. Kesejahteraan seluruh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintahan.

Namun, Heryawan mengingatkan, pemerintahan yang buruk juga akan menyuguhkan kehancuran yang masif. Aher menambahkan, karena posisi pemerintahan dimaksud, peran pendidikan di pesantren sangat penting.

Pasalnya, pesantren memberikan pendidikan yang seimbang, ilmu pengetahuan teknologi sekaligus ilmu moral keagamaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau