Keuangan klub

Madrid dan Barcelona Tetap Terkaya

Kompas.com - 25/01/2013, 02:50 WIB

London, Kamis - Dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, bertahan sebagai klub sepak bola terkaya di dunia. Kedua klub itu meninggalkan klub-klub kaya lainnya di Inggris, Jerman, Italia, dan Perancis, dengan pendapatan tahunan di atas 450 juta euro. Nilai ini setara dengan Rp 5,7 triliun.

Demikian hasil pengumpulan data yang dilakukan firma akuntansi Deloitte, yang dirangkum dalam laporan Football Money League 2011/2012, yang dipublikasikan pada Kamis (24/1).

Real Madrid masih menjadi pemuncak dengan pendapatan sepanjang musim 2011/2012 sebesar 512,6 juta euro (sekitar Rp 6,4 triliun). Barcelona menduduki tempat kedua dengan pendapatan 483 juta euro (sekitar Rp 6,04 triliun).

”Ini sebuah pencapaian yang impresif bagi Real Madrid bisa melampaui 500 juta euro dalam satu tahun. Real telah memimpin jalan dalam tingkat pertumbuhan pemasukan yang fenomenal, yang diraih klub-klub top sepak bola,” kata Dan Jones dari Sport Business Group yang merupakan mitra Deloitte.

Pendapatan Real dan Barcelona itu sama-sama naik 7,0 persen. Sementara peringkat ketiga yang ditempati Manchester United (MU) justru turun 3,0 persen menjadi 395,9 juta euro (sekitar Rp 4,95 triliun) pada kurun waktu yang sama.

”Pada saat pertumbuhan ekonomi di Eropa sangat minimal, klub-klub sepak bola tumbuh dengan rata-rata 10 persen,” ujar Jones.

Posisi keempat hingga keenam tetap tidak berubah, yaitu ditempati Bayern Muenchen dengan pendapatan 368,4 juta euro (sekitar Rp 4,6 triliun), Chelsea dengan 322,6 juta euro (sekitar Rp 4,03 triliun), dan Arsenal dengan 290,3 juta euro (sekitar Rp 3,65 triliun).

”Tak berubahnya enam besar menegaskan fakta bahwa klub- klub ini memiliki basis-basis pendukung terbesar sehingga menghasilkan pemasukan yang kuat, baik di pasar domestik maupun internasional,” kata Jones.

City menyalip

Hasil menggembirakan diraih Manchester City yang menyalip lima tingkat ke posisi ketujuh, dengan pendapatan sebesar 285,6 juta euro (sekitar Rp 3,6 triliun).

Pertumbuhan pendapatan City itu terutama karena tercapainya kesepakatan sponsor dengan Etihad Airways serta keuntungan dari keberhasilan City bermain di Liga Champions untuk pertama kalinya.

Satu-satunya pendatang baru di daftar 20 klub termakmur adalah Newcastle United, yang mengambil alih tempat Valencia, setelah tiga tahun absen dari daftar 20 klub termakmur itu. Klub liga Inggris ini mampu menghimpun pemasukan 93,3 juta pounds (sekitar Rp 1,42 triliun). ”The Magpies” bertengger di urutan ke-20.

”Liga Primer Inggris tetap terbanyak wakilnya di daftar 20 klub teratas. Klub-klub juga akan mendapatkan tambahan 20-30 juta euro dari kesepakatan penyiaran baru sehingga pada masa mendatang akan lebih banyak lagi klub Inggris berusaha masuk ke daftar 20 teratas itu,” kata Mark Roberts, konsultan senior di Sports Business Group.

Sementara klub-klub Italia dikhawatirkan akan semakin tersingkir dari daftar klub dengan pemasukan besar karena fasilitas stadion di klub-klub Italia tidak membaik. Juventus menjadi pengecualian karena diuntungkan dari stadion barunya. Pendapatan Juve terus naik menjadi sekitar 20 juta euro (sekitar Rp 250 miliar) per pertandingan.

Gabungan penghasilan dari ke-20 klub dengan pemasukan terbesar di dunia itu naik 10 persen dari tahun sebelumnya, dengan mencapai 4,8 triliun euro pada 2011-2012.

”Gabungan pendapatan dari 20 klub itu menyumbang lebih dari seperempat dari total penghasilan pasar sepak bola Eropa. Ke-20 klub teratas itu dapat diperkirakan menghasilkan lebih dari 5 triliun euro pada tahun 2012-2013,” kata Jones.(AP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau