Roy Suryo Diperlihatkan Fasilitas yang Rusak

Kompas.com - 25/01/2013, 10:44 WIB

JAKARTA, Kompas.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo saat berkunjung ke lokasi pelatnas loncat indah di areal Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, diperlihatkan alat-alat latihan yang kondisinya kurang maksimal alias rusak.
     
Bahkan, saat meninjau lokasi latihan bukan di air, pria yang menggantikan posisi Andi Mallarangeng itu dikejutkan dengan lepasnya salah satu pegas/per pada salah satu alat, yaitu trampolin. Per tersebut terlepas saat alat itu digunakan untuk berlatih.
    
"Tepat sekali. Pak Menpora bisa melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang kami gunakan latihan saat ini," kata salah satu pelatih loncat indah, Harli Ramayani, di sela mendampingi Menpora.
     
Menurut dia, alat latihan, terutama trampolin, kondisinya cukup memprihatinkan dan dinilai cukup membahayakan bagi atlet jika alat tersebut tetap digunakan untuk latihan. Untuk itu, sudah saatnya diganti atau diremajakan.   
    
Berdasarkan data yang ada di lokasi latihan, sarana dan prasarana latihan itu diresmikan 1998. Dengan demikian, umur sarana dan prasarana yang ada telah lebih dari 14 tahun. "Khusus untuk trampolin, mungkin lebih tua lagi. Lihat saja kondisinya. Sudah tidak simetris lagi," kata istri mantan striker timnas Ricky Yakobi itu.
    
Harli mengaku, saat ini sebenarnya sudah ada sarana dan prasarana yang lebih aman bagi atlet. Alat-alat itu sudah digunakan oleh atlet China. Alat tersebut dinilai lebih aman saat digunakan.
     
Sementara itu, Menpora Roy Suryo mengaku sarana dan prasarana harus diperhatikan karena sangat mendukung kegiatan atlet selama menjalani latihan. Untuk itu, pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan PRIMA. "Trampolin pakai pegas. Jadi, ada batas waktunya. Kondisi ini berdampak pada kelenturan. Untuk itu, kita harus mengikuti kecanggihan dan inovasi," katanya usai melakukan sidak.
     
Menurut dia, dengan melakukan kunjungan langsung ke induk olahraga (PB), pihaknya bisa mengetahui secara langsung kondisi sarana dan prasarana latihan. Dari hasil kunjungan ini, kata dia, pihaknya akan lebih mudah dalam menetapkan anggaran yang akan digunakan. Selain ke pelatnas loncat indah, Roy Suryo juga berkunjung ke Pertina, wushu, fitness center, dan Perpani.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau