Ratusan Polisi Jaga Kantor Nasdem

Kompas.com - 25/01/2013, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan personel kepolisian bersenjata dari Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan kantor DPP Nasdem. Maksud dari penjagaan tersebut menurut pihak dari Polsek Menteng, AKBP Subandi, sekadar mengamankan DPP Nasdem dari hal yang tidak diinginkan.

"Kami hanya mengamankan. Nasdem hari ini sedang ada acara, persisnya saya juga kurang tahu itu acara apa. Yang jelas ada 4 SSK (300-an polisi) di Nasdem," kata Subandi di kantor DPP Nasdem di Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Sementara itu, menurut satpam DPP Nasdem, Ali Umar, penjagaan ratusan polisi tersebut adalah hal yang biasa. Pasalnya, Nasdem pada Jumat ini dan Sabtu esok sedang ada hajatan kongres.

"Kami kan lagi ada kongres di JCC nanti malam. Di pelataran juga ada acara musik, ini sekadar pengamanan aja," kata Ali Umar.

Sementara itu, di depan DPP Partai Nasdem, sudah ada ribuan kadernya yang akan mengundurkan diri. Ribuan kader itu berasal dari DPC dan DPW Nasdem se-Jakarta.

Ratusan polisi diketahui membuat pagar betis untuk mengamankan kantor DPP. Menurut penuturan salah satu mantan kader DPC Nasdem Sawah Besar, Andi, dia dengan puluhan anggota Nasdem sudah bulat mengundurkan diri.

"Buktinya kami balikin KTA, baju, pin, sepatu, dan semuanya yang dari Nasdem," tutur Andi.

Andi mengatakan, maksud dari mundurnya ribuan mantan kader Nasdem dari DPC Sawah Besar karena tidak ada kecocokan lagi dengan pihak DPP. Menurutnya, pimpinan Nasdem sudah berubah dan tidak lagi tulus mengusung semboyan perubahan.

"Itu karena Surya Paloh sudah terlalu berkuasa. Makanya kami bulat buat keluar," ujarnya.

Pantauan Kompas.com, ribuan kader Nasdem telah melakukan long march menuju kantor DPP Nasdem. Ribuan kader itu akan beramai-ramai mengembaikan KTA. Mereka mundur dari keanggotaan Partai Nasdem.

Ruas Jalan RP Soeroso, Gondangdia, ditutup lantaran kader Nasdem memadati ruas jalan itu. Sementara di halaman kantor DPP Nasdem sedang digelar acara musik yang tidak dihadiri satu pun penonton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau