JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan personel kepolisian bersenjata dari Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan kantor DPP Nasdem. Maksud dari penjagaan tersebut menurut pihak dari Polsek Menteng, AKBP Subandi, sekadar mengamankan DPP Nasdem dari hal yang tidak diinginkan.
"Kami hanya mengamankan. Nasdem hari ini sedang ada acara, persisnya saya juga kurang tahu itu acara apa. Yang jelas ada 4 SSK (300-an polisi) di Nasdem," kata Subandi di kantor DPP Nasdem di Jakarta, Jumat (25/1/2013).
Sementara itu, menurut satpam DPP Nasdem, Ali Umar, penjagaan ratusan polisi tersebut adalah hal yang biasa. Pasalnya, Nasdem pada Jumat ini dan Sabtu esok sedang ada hajatan kongres.
"Kami kan lagi ada kongres di JCC nanti malam. Di pelataran juga ada acara musik, ini sekadar pengamanan aja," kata Ali Umar.
Sementara itu, di depan DPP Partai Nasdem, sudah ada ribuan kadernya yang akan mengundurkan diri. Ribuan kader itu berasal dari DPC dan DPW Nasdem se-Jakarta.
Ratusan polisi diketahui membuat pagar betis untuk mengamankan kantor DPP. Menurut penuturan salah satu mantan kader DPC Nasdem Sawah Besar, Andi, dia dengan puluhan anggota Nasdem sudah bulat mengundurkan diri.
"Buktinya kami balikin KTA, baju, pin, sepatu, dan semuanya yang dari Nasdem," tutur Andi.
Andi mengatakan, maksud dari mundurnya ribuan mantan kader Nasdem dari DPC Sawah Besar karena tidak ada kecocokan lagi dengan pihak DPP. Menurutnya, pimpinan Nasdem sudah berubah dan tidak lagi tulus mengusung semboyan perubahan.
"Itu karena Surya Paloh sudah terlalu berkuasa. Makanya kami bulat buat keluar," ujarnya.
Pantauan Kompas.com, ribuan kader Nasdem telah melakukan long march menuju kantor DPP Nasdem. Ribuan kader itu akan beramai-ramai mengembaikan KTA. Mereka mundur dari keanggotaan Partai Nasdem.
Ruas Jalan RP Soeroso, Gondangdia, ditutup lantaran kader Nasdem memadati ruas jalan itu. Sementara di halaman kantor DPP Nasdem sedang digelar acara musik yang tidak dihadiri satu pun penonton.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang