KPK Periksa Tersangka Kasus Dugaan Suap Impor Daging

Kompas.com - 05/02/2013, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan impor daging sapi, Selasa (5/2/2013). Arya dan Direktur PT Indoguna lainnya, Juard Effendi, diduga memberi hadiah kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Luthfi Hasan Ishaaq yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

"AAE (Arya Abdi Effendi) diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta.

Pemeriksaan Arya ini merupakan yang pertama setelah dia ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, pada 31 Januari 2013. Dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi, KPK menetapkan empat tersangka. Selain Arya dan Juard, mereka yang menjadi tersangka adalah Luthfi beserta orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

PT Indoguna Utama diduga memberi hadiah senilai Rp 1 miliar kepada Luthfi melalui Ahmad Fathanah. Juard dan Arya tertangkap KPK setelah memberikan uang kepada Fathanah. Diduga, pemberian itu terkait dengan kepengurusan rekomendasi kuota impor daging sapi.

Sebagai anggota DPR sekaligus Presiden PKS, Luthfi diduga "menjual" pengaruhnya dalam mengatur kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama. Selain memeriksa Arya, KPK menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Indoguna Utama lainnya, Soyaya Effendi. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Belum diketahui persis peran Soyaya dalam kasus ini, tetapi yang bersangkutan kemungkinan tahu soal impor daging sapi mengingat posisinya sebagai Direktur PT Indoguna Utama. Kemarin, KPK memeriksa tiga pegawai PT Indoguna Utama, yaitu Pudji Rahayu, Suratno, dan Priyoto.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau