Sekolah Sambut Positif Perubahan Sistem SNMPTN

Kompas.com - 06/02/2013, 21:35 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Kepala SMA Negeri 2 Padang Habibul Fuadi menyambut baik perubahan sistem pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) karena memberi kesempatan lebih luas bagi siswa untuk kuliah di perguruan tinggi.

"Penerapan sistem baru melalui penilaian prestasi belajar siswa yang dievaluasi dari nilai rapor akan menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi siswa agar dapat diterima di perguruan tinggi negeri," katanya di Padang, Rabu (6/2/2013).

Ia mengatakan, dengan sistem baru tersebut semua siswa yang lulus ujian nasional berhak ikut hanya melalui seleksi nilai rapor yang telah dikirim sekolah.

Saat ini siswa tengah melakukan pendaftaran ke halaman website SNMPTN www.snmptn.ac.id menggunakan nomor induk dan kata kunci yang telah diberikan sekolah hingga batas akhir ditutup pada 8 Maret 2013.

Ia mengatakan, hingga saat ini tidak ada kendala yang ditemui siswa dalam mengakses halaman website tersebut. Wakil Rektor I Universitas Andalas sebelumnya mengatakan semua peserta SNMPTN 2013 diwajibkan memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai syarat pendaftaran.

"NISN ini menjadi syarat mutlak dalam pendaftaran untuk masuk ke perguruan tinggi negeri tahun ini," katanya.

Dikatakannya, NISN diperoleh siswa dari sekolah masing-masing, termasuk kata kunci dalam pembukaan akunnya. Dalam melakukan pendaftaran siswa dapat memilih dua program studi dan satu di antaranya harus memilih perguruan tinggi yang berada di daerah tempat mengikuti ujian.

Selanjutnya siswa memasukkan foto dan mencetak kartu tanda peserta SNMPTN 2013 setelah mendapat rekomendasi dari kepala atau pimpinan sekolahnya.

Jika pada 2012 seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis, maka pada 2013 menggunakan sistem penilaian rapor dan prestasi lainnya selama belajar di SLTA.

Perguruan tinggi akan menyeleksi calon mahasiswa baru berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya mengacu pada data pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) yang berisi rekam jejak sekolah dan prestasi akademik lainnya.

Dalam seleksi, perguruan tinggi menggunakan tiga indikator yaitu, prestasi akademik, kelayakan serta diperkirakan yang bersangkutan mampu menyelesaikan studi diperguruan tinggi.

Namun, Febrin mengingatkan, jumlah calon mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN tersebut hanya 50 persen dari total mahasiswa yang akan diterima. Sisanya akan diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan ujian mandiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau