Musik rock instrumental dari band Flukeminimix berdesing kencang saat calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka tiba, Senin (4/2) malam. Calon wakilnya, Teten Masduki, sudah duduk di sofa Swarga Kafe, Bandung. Bersalaman, keduanya lantas menikmati musik post-rock yang disukai komunitas musik indie Bandung.
Band Flukeminimix adalah penampil pertama dalam acara bertajuk Rock The Vote yang digagas pendukung Rieke-Teten. Deugalih and Folks dan Time Bomb Blues juga ikut meramaikan acara. Rieke juga ikut serta membacakan tiga judul puisi
Panggung Rock The Vote itu tak terlalu ramai. Wartawan, panitia, dan relawan Rieke-Teten justru terlihat lebih banyak ketimbang para pengunjung lain. Pengunjung rata-rata berumur dua puluhan tahun. Usia yang sudah dianugerahi hak pilih.
Sebelumnya, acara ini diadakan di Rolling Stones Cafe, Jakarta, 22 Januari lalu. Bintang-bintang yang tampil, antara lain, Efek Rumah Kaca, Iwa K, dan Jubing Kristanto.
Rock The Vote pertama kali populer di Amerika Serikat pada 1992. Mengutip dari situs resminya, Rock The Vote ingin membangun kesadaran berpolitik generasi muda.
Strateginya, menggabungkan budaya pop dengan ranah politik. Ikon budaya pop, seperti penyanyi Madonna, Bono vokalis band U2, Eddie Vedder dari
Penggagas Rock The Vote melansir cara ini efektif meningkatkan partisipasi pemilih usia di bawah 30 tahun. Dari 18 persen pada pemilihan presiden 2008 menjadi 19 persen empat tahun kemudian. Hasilnya, Barack Obama terpilih menjabat presiden untuk kedua kali.
Potensi yang sama coba diarah penyelenggara Rock The Vote di Bandung. Gustaff Hariman, penggiat seni Bandung, mengatakan, potensi suara anak muda amat besar. Mengutip data Komisi Pemilihan Umum Jabar, pemilih muda di provinsi itu 7 juta-12 juta orang dari total potensial pemilih 36,6 juta orang.
”Jumlah itu sangat potensial untuk membawa perubahan melalui partisipasi pada pemilihan gubernur,” kata Gustaff.
Rohman dari kelompok musik Jasad mengatakan, generasi muda sebaiknya ikut menentukan nasib sendiri. Anak muda bisa berperan mewujudkan pimpinan bersih dan bertanggung jawab di Jabar.
”Memilih adalah hak setiap warga negara. Saya sudah bosan dengan keadaan sekarang. Di Jabar bukan lagi Bhinneka Tunggal Ika, tetapi Bhinneka Tunggal Teunggeul. Perbedaan justru melahirkan pertikaian,” ujarnya.
Irama musik folk rock milik Deugalih and Folks membuat Rieke mengangguk-anggukkan kepala. Rieke seperti tahu, personel Deugalih and Folks membawa pesan lewat lima lagu yang dibawakannya.
”Kami prihatin dengan kondisi lingkungan dan masyarakat. Contohnya, lagu ’Earth’, yang bercerita tentang banyak pohon ditebang demi kepentingan penguasa,” katanya.
Meski tampil dalam acara yang digagas salah seorang
”Siapa pun yang terpilih harus memperjuangkan rindangnya pohon hingga ketersediaan air bersih,” katanya.
Namun, bagi Herry Sutresna, pentolan kelompok hip-hop Homicide, perubahan dari anak muda tidak harus melalui kotak suara. Anak muda bisa terjun ke kelompok tani atau buruh pabrik untuk mewujudkan perubahan. ”Anak muda Bandung lebih banyak tahu penangkapan koruptor oleh KPK ketimbang nasib dua petani tertindas di Pangalengan saat menuntut tanah yang dicaplok pemerintah,” ujarnya.
Pada 24 Februari, pemuda di Jabar ditantang menentukan sikap. Bisa lewat kotak suara atau aksi nyata di lapangan. Atau, mungkin keduanya bisa berjalan bersamaan. Anak muda, tentukan pilihanmu.