Marzuki: Demokrat Sedang Diserang dari Luar

Kompas.com - 17/02/2013, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie, meminta semua kader Demokrat, terutama di daerah, memahami pentingnya soliditas internal menjelang pemilu 2014. Menurut dia, tak perlu ada pemikiran bahwa ada upaya melengserkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum DPP Demokrat.

"Kita ini ingin kebersamaan, bahwa partai kita ini sedang diserang dari luar. Masa partai sedang diserang dari luar tidak bersatu, kan aneh. Ini pemahaman yang mesti dimengerti oleh teman-teman di daerah. Jadi bukan kita pecah belah. Kita tidak ada saling menyingkirkan," kata Marzuki sebelum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta, Minggu ( 17/2/2013 ).

Marzuki mengatakan, partainya tidak akan memberikan contoh adanya upaya melengserkan seseorang. Demokrat, kata dia, paham betul nilai-nilai demokrasi seperti diajarkan Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Marzuki menambahkan, agenda Rapimnas hanya untuk konsolidasi internal dalam rangka penyelamatan partai. SBY, kata dia, akan memberikan pengarahan penataan agar partai kembali kepada jati diri partai yang bersih, santun, dan cerdas.

Dalam Rapimnas, tambah Marzuki, akan diserahkan pakta integritas yang telah ditandatangani pengurus daerah. Pakta integritas tersebut merupakan hasil keputusan sidang majelis tinggi Demokrat beberapa waktu lalu.

Ada 10 poin tercantum pakta integritas. Salah satu point adalah ketika ditetapkan sebagai tersangka, kader bersedia mengundurkan diri dari jabatan di partai dan siap memerima sanksi pemecatan dari dewan kehormatan partai.

Adapula substansi bagi kader yang menjabat di eksekutif atau legislatif untuk tidak melakukan penyimpangan dalam pengelolaan APBN dan APBD. Kader juga diminta menyerahkan data kekayaan serta NPWP kepada dewan kehormatan.

"Jadi tidak perlu ada ribut-ribut, laporan si A ada kasus, si B sudah jadi tersangka tapi tidak mundur. Dengan menandatangani pakta integritas mereka harus mengikuti apa yang telah disepakati," pungkas Marzuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau