JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie, meminta semua kader Demokrat, terutama di daerah, memahami pentingnya soliditas internal menjelang pemilu 2014. Menurut dia, tak perlu ada pemikiran bahwa ada upaya melengserkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum DPP Demokrat.
"Kita ini ingin kebersamaan, bahwa partai kita ini sedang diserang dari luar. Masa partai sedang diserang dari luar tidak bersatu, kan aneh. Ini pemahaman yang mesti dimengerti oleh teman-teman di daerah. Jadi bukan kita pecah belah. Kita tidak ada saling menyingkirkan," kata Marzuki sebelum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta, Minggu ( 17/2/2013 ).
Marzuki mengatakan, partainya tidak akan memberikan contoh adanya upaya melengserkan seseorang. Demokrat, kata dia, paham betul nilai-nilai demokrasi seperti diajarkan Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Marzuki menambahkan, agenda Rapimnas hanya untuk konsolidasi internal dalam rangka penyelamatan partai. SBY, kata dia, akan memberikan pengarahan penataan agar partai kembali kepada jati diri partai yang bersih, santun, dan cerdas.
Dalam Rapimnas, tambah Marzuki, akan diserahkan pakta integritas yang telah ditandatangani pengurus daerah. Pakta integritas tersebut merupakan hasil keputusan sidang majelis tinggi Demokrat beberapa waktu lalu.
Ada 10 poin tercantum pakta integritas. Salah satu point adalah ketika ditetapkan sebagai tersangka, kader bersedia mengundurkan diri dari jabatan di partai dan siap memerima sanksi pemecatan dari dewan kehormatan partai.
Adapula substansi bagi kader yang menjabat di eksekutif atau legislatif untuk tidak melakukan penyimpangan dalam pengelolaan APBN dan APBD. Kader juga diminta menyerahkan data kekayaan serta NPWP kepada dewan kehormatan.
"Jadi tidak perlu ada ribut-ribut, laporan si A ada kasus, si B sudah jadi tersangka tapi tidak mundur. Dengan menandatangani pakta integritas mereka harus mengikuti apa yang telah disepakati," pungkas Marzuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang