Lisabon, Senin -
Kedua kubu punya ikatan emosional yang sama dalam satu komunitas. Gengsi dipertaruhkan karena FC Porto kini menjadi satu-satunya wakil dari Portugal yang tersisa.
Porto tentu punya ambisi lebih besar untuk kembali mengangkat trofi kompetisi termegah ”Benua Biru”. Terakhir, Porto menjadi jawara Eropa pada 2004 saat masih dilatih Jose Mourinho.
Namun, Porto harus belajar dari sejarah. Rekor pertemuan Porto melawan tim-tim Spanyol kurang begitu bagus. Dalam 37 pertemuan, Porto hanya menang 12 kali, 5 kali hasil imbang, dan 20 kali menelan kekalahan.
Malaga bisa dibilang tim ”anak bawang” yang baru kini mencicipi 16 besar Liga Champions. Meski demikian, Porto tidak bisa menganggap enteng karena Malaga sejauh ini memelihara rekor bagus, yakni masih tak terkalahkan di debutnya di ajang Liga Champions musim ini.
Klub Andalusia ini juga hanya menelan satu kekalahan di 12 laga tandang melawan klub asal Portugal. Kekalahan satu-satunya terjadi saat bersua Boavista di ajang Piala UEFA pada 2003.
Malaga juga sudah menunjukkan kekuatannya dengan tampil sebagai juara Grup C. Posisi ini lebih terhormat dibandingkan juara tujuh kali Eropa, AC Milan, pesaing mereka di Grup C.
”Mereka lawan serius. Namun, kami juga punya keyakinan dengan kemampuan kami. Dalam dua pertemuan, sangat penting mencetak gol tandang. Kami akan bermain dan bertahan sebaik mungkin, coba mencetak gol. Hasil laga bergantung pada banyak hal, termasuk keberuntungan. Namun, saya percaya dengan tim ini,” ujar bintang Malaga, Isco, seperti dikutip situs UEFA.
Laga ini juga akan menjadi laga penuh emosi bagi Martin Demichelis (Malaga) dan Lucho Gonzalez (Porto). Dua pemain asal Argentina ini pernah bermain bersama saat masih berkostum River Plate.
”Senang rasanya bisa bermain bersama lagi dengannya. Sayangnya, kali ini dia berada di sisi yang berbeda. Kita akan lihat, siapa yang menjadi pemenang,” kata Gonzalez.
Laga Porto versus Malaga akan digelar di Estadio do Dragao, Porto, Portugal. Bagi Porto, laga ini harus dimenangi agar beban pada laga kedua di markas Malaga, Stadion La Rosaleda, bisa lebih ringan.
Sementara itu, Pelatih Malaga Manuel Pellegrini sudah menyiapkan 25 pemain yang akan dibawa ke Portugal. Dua pemain yang sedang dibekap cedera, yakni Duda dan Eliseu, tetap akan dibawa ke Porto.
Malaga mendapat suntikan motivasi yang bagus berkat kemenangan 1-0 atas Athletic Bilbao di ajang Liga Spanyol. Kemenangan ini mempertahankan mereka di zona Liga Champions untuk musim depan.
Pellegrini merasa senang atas penampilan anak asuhnya pada laga kontra Athletic Bilbao. Pelatih asal Cile tersebut juga bangga atas perkembangan Malaga yang kini berada di urutan keempat klasemen. Dari 24 pertandingan, Malaga mengemas 42 poin dan berada di urutan keempat di bawah Real Madrid.
”Dua tahun yang lalu kami hanya mampu mengoleksi 19 poin pada pekan yang sama dengan saat ini. Perubahan yang terjadi saat ini sangat luar biasa,” ujar Pellegrini, dikutip dari Football Espana.