Seni Batu Kuno Soal Reproduksi Ditemukan di Papua Barat

Kompas.com - 19/02/2013, 16:58 WIB

KOMPAS.com - Gabungan dari penyelam dan arkeolog internasional menemukan gambar cadas terbaru di Misool, Raja Ampat, Papua Barat. Gambar cadas ini pertama kali ditemukan oleh para penyelam yang kemudian memberi informasi pada Jean-Michel Chazine, peneliti dari French National Centre for Scientific Research (CNRS-France) tiga tahun silam.

Penemuan ini baru diumumkan oleh Chazine dalam Kongres Arkeologi Dunia di Yordania pada 13 hingga 18 Januari 2013 lalu. "Itu (Papua Barat) merupakan surga kecil bagi dunia arkeologi. Gambar yang ada sangatlah berhias dan indah," kata Chazine dalam presentasinya di kongres (18/1).

Gambar cadas ini ditemukan di tebing yang sudah mulai tenggelam. Terdapat tujuh situs baru, dengan demikian total ada 13 situs di lokasi tersebut. Situs-situs terbaru ini menampilkan hasil goresan tangan yang muncul di hampir di semua lokasi yang dicat.

Konten dari gambar cadas terbaru ini mayoritas berisi tentang fauna laut seperti tuna, hiu, lumba-lumba, dan beberapa ikan besar lainnya. Terdapat juga kombinasi garis dan warna yang menyimbolkan kesuburan atau kehamilan.

"Menariknya, banyak hasil karya ini yang dicat dengan warna merah koral yang indah. Saya yakin itu menjadi petunjuk bagi tempat seremoni yang didedikasikan untuk proses kesuburan dan reproduksi," kata Chazine.

Dalam buku Rock Art of West Papua karya Karina Arifin dan Phillipe Delanghe, catatan tertua mengenai gambar cadas di Papua Barat berisi mengenai tebing di Teluk Speelman, selatan Fakfak. Pada tahun 1678, saudagar Johannes Keyts menuliskan dalam buku hariannya ketika menemukan tengkorak manusia, tameng, dan artefak lain saat melewati tebing tersebut.

Tebing itu dipenuhi dengan cat merah dan Keyts pun sempat mensketsa ulang gambar-gambar cadas yang ada. Buku harian Keyts sempat diterbitkan oleh Francois Valentijn pada 1726 dan dicetak ulang lagi pada tahun 1944. Sayangnya hingga sekarang tebing tersebut belum ditemukan lagi. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau