Milan pernah merajai Eropa pada era 1990-an dan sukses meraih tujuh gelar Liga Champions. Tim ”Merah Hitam” terakhir kali menjuarai turnamen klub-klub elite Eropa ini enam tahun lalu. Pencapaian paling bersejarah Milan adalah saat menundukkan Barcelona, 4-0, di final 1994.
Status Milan dalam laga 19 tahun lalu itu, sama dengan saat ini, tidak diunggulkan dan sudah dihapus dari daftar juara oleh opini publik. Barcelona di bawah Pelatih Johan Cruyff tampil mengesankan sepanjang turnamen dan memiliki penyerang maut Hristo Stoichkov.
”I Rossoneri” mengawali musim ini dengan penampilan buruk dan sempat berada di peringkat ke-15 Serie A. Mereka kehilangan pemain-pemain bintang dan membangun skuad dari awal dengan pemain-pemain muda. Kini regenerasi Milan mulai berbuah hasil dengan masuk ke peringkat ketiga Serie A.
Namun, kebangkitan Milan itu belum cukup meyakinkan untuk mengalahkan Barcelona. Klub Catalan itu tampil stabil musim ini dan semakin matang menerapkan filosofi tiki-taka.
Fabio Capello, yang memimpin Milan saat menundukkan Barcelona, 4-0, tahun 1994, menilai, ”I Rossoneri” membutuhkan sedikit keberuntungan untuk menyingkirkan Barca.
”Ada banyak perbedaan saat ini antara Barca dan Milan, serta, sebenarnya, antara Barca dan sebagian besar tim lainnya,” ujar Capello, yang kini memimpin tim nasional Rusia, Selasa (19/2).
Milan memiliki lini belakang yang cukup tangguh dan barisan lini tengah yang bertenaga. Pendekatan fisik akan menjadi pilihan Milan untuk meredam para pemain Barca yang dinamis melalui umpan-umpan pendek.
Philippe Mexes akan menjadi pilar pertahanan Milan. Bek tengah tim nasional Perancis itu mengakui, Milan bermaterikan pemain-pemain muda yang kurang pengalaman. Namun, ini bisa menjadi kekuatan karena ada motivasi lebih untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Mexes musim lalu dua kali tampil melawan Barcelona di perempat final Liga Champions saat Milan kalah agregat 1-3. Mexes berpengalaman melawan mobilitas lini depan Barca yang akan ditempati Pedro, Lionel Messi, dan Cesc Fabregas. Menjaga gawang Milan tetap bersih sangat penting dalam sistem gugur, berikut faktor krusial keuntungan gol tandang ini.
”Kami tidak diunggulkan, tetapi kami percaya pada kemampuan kami,” ujar Mexes.
Pelatih Milan Massimiliano Allegri akan memilih Stephan El Shaarawy di depan jika pulih dari cedera. Bomber berusia 20 tahun itu telah mencetak dua gol di Liga Champions dan 15 gol di Serie A. Jika ia belum bugar, ada tempat bagi Giampaolo Pazzini. Kevin- Prince Boateng dan M’Baye
Mereka akan mencoba membuka celah pertahanan Barca yang kemasukan gol saat melawan tim-tim lemah di La Liga. Dalam sembilan laga terakhir di liga dan Piala Raja, Barca telah kemasukan 13 gol.
Barcelona akan kembali diperkuat maestro visi Xavi Hernandez. Dia akan menjadi pengatur permainan untuk mengeksploitasi kelemahan Milan saat ditekan melalui permainan cepat dan umpan-umpan pendek.
Pola ini pernah diterapkan AS Roma dan Fiorentina, hasilnya Milan kedodoran. Barca mampu menjalankan strategi itu jauh lebih baik ketimbang tim mana pun. Lini belakang Milan akan terteror selama 90 menit.
”Mereka punya nama dan sejarah besar. Ini akan sulit, seperti biasanya. Mereka selalu berbahaya,” ujar Pedro.(Reuters/AFP/AP/BBC/ANG)