BNN Gagalkan Penyelundupan 7 Kg Sabu dari Malaysia

Kompas.com - 20/02/2013, 11:49 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh kilogram sabu siap edar asal Malaysia disita aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari tangan pengedar berinisial WD di Medan, Selasa kemarin.

Informasi yang diperoleh Kompas.com, BNN sudah melakukan pengintaian terhadap WD sejak enam bulan lalu. Info terakhir yang diterima BNN, WD berada di home center, Jalan Gagak Hitam, Medan.

Personel BNN yang dipimpin Kepala BNN Komjen Anang Iskandar langsung menyergap WD sekira pukul 10.00 WIB. Setelah dilakukan pengembangan, BNN melakukan penggeledahan di rumah WD di Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah Blok VV No 147, Medan Sunggal.

Ternyata, di dalam sebuah mobil Honda CRV warna perak BK 1943 QU ditemukan sabu sebanyak dua kilogram.

Komjen Anang Iskandar saat dikonfirmasi wartawan Rabu (20/2/2013) mengatakan, WD sudah menjadi target operasi selama enam bulan terakhir. Tujuh kilogram sabu-sabu asal Malaysia dipasok ke Aceh, lalu sampai ke tangan WD.

"WD kemudian mengedarkan sabu-sabu ke Medan. Dia memang sudah target operasi kita. Rencananya tersangka akan kita singgahkan ke Polda Sumut," kata Anang. Hingga hari ini, pelaku masih berada di Mapolda Sumut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau