JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan tak menghiraukan beberapa hasil survei yang menyatakkan elektabilitas partai berada di posisi rendah. PPP tetap fokus pada konsolidasi partai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"PPP lebih memilih concern saja untuk konsolidasi ke bawah, memperkuat basis-basis sambil menambah pendukung baru yang lain," ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin, di sela-sela diskusi 'Parpol Dari, Oleh, dan Untuk Si (Apa)', di Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Menurut Lukman, hasil survei tidak berdampak besar bagi PPP. Selain itu, kata dia, partainya tak percaya penuh terhadap hasil survei sejumlah lembaga.
"Kita menghormati, tapi PPP tidak terlalu hirau sesungguhnya dengan hasil survei-survei itu, karena, ya kita tahu lah lembaga survei itu kan menjamur banyak sekali. Kita tidak pernah tahu metodologi seperti apa, siapa penyandang dana dan motifnya seperti apa," terangnya.
PPP sendiri telah melakukan survei internal. Namun, Lukman mengatakan, hasil survei internal tak dapat dibeberkannya. Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ) PPP masuk dalam tiga terendah yakni hanya mengantongi 2,4 persen suara. Di atas PPP yakni PAN sebesar 2,5 persen, dan di posisi terakhir ditempati oleh PKB sebesar 1,8. Sementara dalam Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), PPP hanya meraih 4,1 persen, disusul PKS 2,7 persen, PAN sebesar 1,5, dan Partai Hanura hanya mengantongi suara 1,4 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang