DPRD DKI: Kami Bukan Tukang Stempel

Kompas.com - 21/02/2013, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait mutasi Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengatakan, dia belum menerima surat rekomendasi nama yang akan menjadi Wali Kota Jakarta Selatan.

"Enggak tahu, saya belum dapat surat rekomendasinya. Kami itu kan bukan tukang stempel," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Mantan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi telah dimutasi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI. Saat ini, jabatan Wali Kota Jakarta Selatan pun diisi oleh Pelaksana Harian (Plh), yaitu Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor.

Menurut Ferrial, pihak DPRD belum pernah ada komunikasi terkait bersama pihak Pemprov DKI. Untuk merumuskan siapa yang akan menjadi Wali Kota, tentunya harus mendapat persetujuan dari DPRD DKI. "Kami kan juga perlu komunikasi, saya belum pernah dengar apa-apa kok, belum pernah hubungan dengan orang Pemprov DKI soal itu. Jadi mengajukan ini mengajukan itu, ya untuk apa?," kata Ferrial.

Terkait penggantian Anas Effendi di kursi Wali Kota Jakarta Selatan, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu pernah mengatakan kalau nama itu masih harus mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Kamis (14/2/2013) lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah melantik sebanyak 20 pejabat eselon II. Salah satu pejabat eselon II yang terkena mutasi adalah Anas Effendi. Namun, ia tak menghadiri acara pelantikan tersebut karena alasan sedang ada keperluan lain, yaitu rapat. Saat ini posisi Wali Kota Jakarta Selatan ditempati oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor yang menjadi Pelaksana Harian (Plh).

Setelah Anas dimutasi, dia pun menghilang bak ditelan bumi. Beberapa hari lalu, dia didampingi dengan stafnya datang secara diam-diam untuk bertemu dengan Jokowi dan Basuki. Namun, hanya jawaban 'No Comment' yang terlontar dari mulut Anas.

Karena dia belum dilantik menjadi Kepala BPAD DKI, Anas pun belum pernah masuk untuk memimpin di kantor barunya. Pada Jumat (22/2/2013) esok Jokowi telah memerintahkan Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan untuk memanggil Anas dan menghadap kepadanya. Terkait pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan yang baru, Basuki mengatakan masih akan menunggu persetujuan DPRD DKI.

"Enggak tahu saya, bisa tunggu waktu lagi. Masih menunggu persetujuan DPRD, sudah diajukan semuanya ke DPRD," ujar pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Berita terkait, baca :

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau