Jokowi Tak Ingin Saingi Website Basuki

Kompas.com - 22/02/2013, 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku telah berupaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun begitu, ia enggan mengikuti gaya wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama yang menggunakan website pribadi (www.ahok.org) sebagai media pribadi menyampaikan penghasilan yang diterima.

Dijumpai di Balaikota Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan bahwa website pribadi Basuki juga menyajikan informasi mengenai penghasilan yang diterimanya. Untuk itu, ia merasa semua telah cukup transparan dan tak perlu membuat lagi website pribadi untuk melakukan hal serupa.

"Saya pernah punya (website), tapi sudah enggak ke-handle lagi. Ada kok di situ (website Basuki), jangan dua, nanti kayak saingan saja," kata Jokowi, Jumat (22/2/2013).

Namun begitu, kata Jokowi, dirinya selalu menyempatkan waktu untuk menilik website www.ahok.org. Bahkan bila waktu luang sedang banyak, ia juga menyempatkan diri membaca pemberitaan tentang dirinya, serta membaca komentar para pembaca.

"Tapi saya buka terus, cek terus, termasuk baca berita dan komentar pembaca, di mobil, atau kalau malam. Saya mau bikin status tiap hari, atau tiap minggu saja enggak bisa, apalagi ngurusi web. Itu diurusi Pak Wagub," ujarnya.

Melalui website pribadinya, Basuki memublikasikan tanda terima gaji dan tunjangan yang diterima olehnya. Basuki tidak hanya memperlihatkan gaji yang diterimanya pada Februari 2013, tetapi juga menunjukkan daftar pembayaran gaji yang diterima oleh Jokowi di bulan yang sama.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau