Pilkada jabar 2013

Anas Tersangka, Ini Tanggapan Dede Yusuf

Kompas.com - 23/02/2013, 19:59 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon gubernur Jawa Barat periode 2013 - 2018 yang diusung Partai Demokrat (PD) Dede Yusuf Macan Efendi tidak mau ikut campur soal penetapan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang oleh KPK.

"Selama dua ini kan saya banyak keliling mengunjungi masyarakat. Jadi saya tidak banyak mengikuti pemberitaan yang ada, baik di koran, televisi, radio, online dan sebagainya. Saya terfokus untuk Jawa Barat," kata Dede kepada wartawan usai acara sungkem kepada ibu kandungnya Ny. Rahayu Efendi di Bandung, Sabtu (23/2/2013).

Dalam kesempatan itu, Dede hanya sedikit memberikan komentar soal kasus yang menimpa petinggi partainya itu. Dede turut mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terkait pemberantasan korupsi. "Saya sangat mendukung terhadap penangkapan kepada pelaku korupsi, siapa pun itu, apa pun itu, di mana pun itu. Saya sangat mendukung keputusan itu," tegas Dede.

Meski begitu, Dede mengaku, tidak pernah mengikuti rumor yang dihembuskan pihak-pihak tertentu terhadap partainya. "Saya kan sekarang ini lebih mengurusi Jabar, berhadapan dengan masyarakat. Jujur saja, secara pribadi saya tidak pernah mengikuti," tegasnya.

Apakah hal ini akan berpengaruh pada suara pada 24 Februari 2013? Dede mengatakan, kasus Anas tidak akan mempengaruhi suara dukungan warga Jabar. Pasalnya, warga Jabar memilih sosoknya, bukan parpol pengusung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau