Yoris: Anas, Ini Baru Lembaran Awal

Kompas.com - 24/02/2013, 00:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Yoris Raweyai mengatakan penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang membuktikan Anas adalah tokoh muda yang masih berproses.

Proses itu juga terlihat saat Anas mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Anas, ini bukan akhir dari proses, baru lembaraan awal, ini memiliki makna tersendiri," kata Yoris di depan kediaman Anas, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (24/2/2013) dini hari.

Yoris menambahkan dalam pembicaraannya dengan Anas, mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut memiliki keyakinan sendiri atas kasusnya.

Menurutnya, hal yang disampaikan Anas dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Sabtu (23/2/2013), sudah sangat jelas.

"Kalau tadi dalam statement dia sudah sangat jelas, bahwa ini bukan kasus hukum murni. Tapi ada rekayasa yang terencana sejak kongres, bahwa Anas sejak lahir tidak direstui," terangnya.

Yoris mengaku sangat bersimpati mengingat sepak terjang Anas di peta perpolitikan tanah air yang layak diapresiasi.

Yoris mengaku sudah lama mengenal Anas dalam peta perpolitikan nasional.

"Saya kenal dia bukan kenal sekali dua kali, udah lama sejak Anas selama di HMI, lalu KPU dan sampai sekarang," pungkas anggota Komisi I DPR itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau