Saksi Ahli: Pintu LuxioTerbuka karena Benturan Keras

Kompas.com - 25/02/2013, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi ahli dari Perbaikan dan Perawatan Daihatsu bernama Anwar Rosyadi mengungkapkan, terbukanya pintu belakang Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga penumpang yang ada di dalam terlempar ke luar, diakibatkan oleh benturan yang sangat keras.

"Apakah benturan kecil mungkin membuka pintu belakang?" tanya J Suharjono, Ketua Majelis Hakim saat persidangan di Pengadilan Negri Jakarta Timur dengan tersangka Rasyid Amrullah Rajasa, Senin (25/2/2013) siang.

"Tidak, karena pintu dalam kondisi terkunci," tegas Anwar menjawab pertanyaan hakim.

Dari fakta yang ditemukannya, akibat benturan keras tersebut, sejumlah kerusakan terjadi pada bagian belakang Daihatsu Luxio, yakni pintu belakang, bagian kanan lampu lepas, engsel pengait pintu bergeser sehingga pintu terbuka.

Menurut Anwar, Daihatsu Luxio didesain khusus bagi segmen keluarga, yakni dengan kapasitas 8 orang penumpang termasuk sopir. Sebanyak 8 orang tersebut berada dua di depan dan masing-masing tiga di tengah dan belakang. Namun, dalam kasus kecelakaan itu, Daihatsu Luxio yang dikemudikan Frans Joner Sirait dimodifikasi pada bangku tiga penumpang bagian belakang.

Modifikasi tersebut, kata Anwar, adalah dengan meniadakan bangku tiga penumpang belakang dan menggantinya dengan dua bangku saling berhadapan dengan kapasitas 6 orang. Ia pun memastikan, modifikasi tersebut tidak berpengaruh pada terbukanya pintu saat kecelakaan maut tersebut berlangsung.

"Tidak ada hubungannya antara bangku dengan kunci pintu. Pada prinsipnya, untuk keluar masuk orang enggak masalah. Kalau sudah milik pelanggan, ya itu haknya," ujar Anwar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau