Korea

Korut Putuskan Jalur Telepon Khusus dengan Korsel

Kompas.com - 11/03/2013, 11:50 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara telah memutus saluran telepon hotline Palang Merah dengan Korea Selatan, Senin (11/3/2013). Langkah ini sebagai respon terhadap latihan militer AS dan Korea Selatan serta sanksi baru PBB terkait uji coba nuklir.

Sebelumnya, Korea Utara telah mengancam akan memutus saluran hotline ini jika AS dan Korea Selatan tetap menggelar latihan perang bersama.

Saluran telepon hotline Palang Merah ini digunakan kedua Korea yang tak memiliki hubungan diplomatik untuk berkomunikasi. Saluran telepon ini selalu dicoba setiap hari.

"Kami menelepon pada pukul 09.00 pagi dan tidak ada jawaban," kata seorang pejabat pemerintahan Korea Selatan.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari, yang kemudian memicu sanksi baru Dewan Keamanan PBB.

Ketegangan semakin meningkat setelah AS dan Korea Selatan tetap menggelar latihan militer bersama hingga akhir April. Sementara itu, Korea Utara juga tengah mempersiapkan latihan perang besar-besaran.

Korea Utara menuding AS telah menggunakan latihan militer bersama Korea Selatan sebagai sarana untuk meluncurkan perang nuklir. Alhasil, Korea Utara mengancam akan membatalkan perjanjian gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea 1953.

Namun, sejumlah pengamat menilai hal paling jauh yang akan dilakukan Korea Utara adalah "menyerang" perbatasan laut yang disengketakan ketimbang berisiko mengobarkan perang besar dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau