Game Legendaris Ultima Bakal Lahir Kembali?

Kompas.com - 11/03/2013, 13:23 WIB

KOMPAS.com - Sebuah game berjudul Shroud of the Avatar diajukan dalam situs crowdfunding Kickstarter untuk mendapatkan dukungan pendanaan sebesar 1 juta dollar AS dari para calon pendukung. Yang menjadikannya istimewa adalah orang dibelakangnya, Richard Garriott, pencipta seri RPG Ultima yang berusia 20 tahun lebih.

Dalam halaman Kickstarter tersebut, belum banyak informasi yang bisa diambil. Game bergenre role playing ini bakal berlatar sebuah dunia yang bisa dijelajahi secara offline secara sendirian maupun online bersama pemain lain yang terhubung internet.

Game yang sedang dikembangkan Portalarium ini diklaim bakal mengembalikan pemain dengan genre RPG yang sekarang kian menjauhi aspek kedalaman maupun keterlibatan pemain. Richard Garriott menyebut bahwa permainan yang dikembangkan akan mengajak pemain lebih fokus untuk mendalami cerita dan membuat keputusan ketimbang berlatih demi menjadi kuat atau istilahnya "grinding".

Seperti halnya seri Ultima, Garriott menjanjikan game barunya ini bakal memiliki dunia rekaan yang mendalam, punya kebudayaan dan bahkan bahasa sendiri. Pendekatan inilah yang membuat seri Ultima mampu memikat jutaan orang pemainnya.

Dalam permainan Shroud of the Avatar, Garriott membebaskan pemain untuk hidup dan berinteraksi. Mereka bisa saja menjelajah untuk mencari harta karun tapi ada juga pilihan untuk tinggal di rumah dan mendalami salah satu fitur game seperti crafting sebagai profesi. Dengan kata lain, mereka bisa menjadi perajin virtual.

Pemain juga bisa punya rumah dalam game ini. Garriott sudah menyiapkan skema pajak yang harus dibayarkan secara rutin untuk tinggal. Lokasi rumah menentukan besaran pajak, misalnya pedesaan yang lebih rendah dibandingkan di perkotaan.

Dalam sebuah wawancara dengan situs game Kotaku, Garriott menjelaskan bahwa timnya merupakan gabungan dari tim lawas sewaktu mengerjakan Ultima, sebagian adalah para ahli yang berpengalaman membuat game kelas satu, dan sisanya adalah bakat muda yang belum pernah memainkan Ultima sebelumnya. Kombinasi itu diharapkan mampu menghasilkan karya yang segar.

Dengan sisa waktu 28 hari, proyek Shroud of the Avatar hingga Minggu (10/3), sudah mengumpulkan dukungan hingga 607.390 dollar AS dari 9.683 penyokong. Enam orang menyokong lebih dari 10.000 dollar AS, 20 orang mendukung di atas 3.000 dollar AS, dan paling banyak sebanyak 2.643 orang yang menyumbang di atas 30 dollar AS.

Akalabeth

Reputasi Richard Garriott sebagai pencipta game RPG sudah dimulai sejak tahun 1980 saat dia menawarkan game "Akalabeth" untuk komputer Apple. Game tersebut ditawarkan secara konvensional, sampul dibuat sendiri dan dimasukkan dalam plastik kedap udara seperti biasa ditemui sebagai pembungkus makanan. Tak dinyana, produknya dilirik penerbit dan menghasilkan penjualan hingga 30.000 keping.

Kisah tersebut menjadi cikal bakal Garriott dalam mengembangkan seri RPG Ultima. Pada seri pertama pada tahun 1981. Sepanjang sembilan seri, tiga seri pertama bertempat di sebuah dunia bernama Sosaria sementara lima seri di dunia bernama Britannia, dan satu seri lagi di Guardian.

Seri Ultima menempatkan pemain sebagai orang yang datang dari dunia nyata ke dunia rekaan untuk membantu Lord British dalam menangani masalah yang dihadapi. Pada seri pertama, dia harus menangani Mondain, seoang penyihir yang balas dendam karena dikalahkan Lord British. Seri kedua, kekasih Mondain bernama Minax datang membalas dendam, sementara seri ketiga pemain harus menghadapi Exodus, makhluk yang yang lahir dari Mondain dan Minax.

Pada seri keempat, pemain diperkenalkan dunia bernama Britannia. Lord British kini menjadi raja dan dia kembali memanggil pemain untuk datang dan menjadi panutan dalam menjalankan nilai kebajikan. Setelah mencapai kesempurnaan dari seluruh nilai kebajikan, pemain ditugaskan untuk mencari Codex of Ultimate Wisdom sehingga dia kemudian bergelar Avatar, sang awatara. Gelar inilah yang terus melekat hingga seri ke sembilan.

Dalam seri terakhir, Ascension yang rilis tahun 1999, sang avatar kembali ke Britannia untuk menghadapi musuh bebuyutan bernama Guardian yang tidak lain adalah sisi gelap dari avatar itu sendiri. Guardian sudah ada sejak seri Ultima ketujuh.

Tokoh sentral selain protagonis, yakni Lord British, tidak lain dan tidak bukan adalah personifikasi Richard Garriott sendiri. Dia bertindak sebagai penasehat maupun tokoh kunci jalannya cerita dalam seri Ultima.

Selepas seri kesembilan, seri ini pernah menjajal genre MMORPG dengan Ultima Online pada tahun 1997 dan berjalan hingga kini.

Sayangnya, sengketa Garriott dengan penerbit Electronic Arts membuat pengembangan seri ini mandeg. Kepemilikan hak atas karakter baik oleh Garriott atau EA secara terpisah membuat pengembangan sekuel Ultima mustahil dilakukan. Salah satu proyek EA berjudul "Ultima Forever: Quest for the Avatar" menggeser tokoh Lord British menjadi Lady British.

Dengan demikian, Shroud of the Avatar yang dikembangkan Garriott melalui studionya, Portalarium ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan seri Ultima meski dengan wajah baru, dunia baru, dan kisah yang baru. Belum dipastikan apakah tokoh Lord British akan kembali muncul. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau