Patung Ken Dedes Ditemukan di Hutan Situbondo

Kompas.com - 13/03/2013, 21:51 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com — Peristiwa menghebohkan terjadi di Dusun Krajan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Itu setelah ditemukannya sebuah patung Ken Dedes oleh warga bernama Misyono (44), warga setempat. Arca Ken Dedes itu ditemukan dengan kondisi terjepit akar kayu jati di hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih.

Penemuan benda purbakala berbentuk patung tersebut berawal saat Misyono yang bekerja sebagai petani itu sedang mencari rumput. Pada suatu malam, ia mengaku bermimpi didatangi dua lelaki yang sama-sama berpakaian putih. Dalam mimpinya itu, kedua lelaki tersebut memberi selendang kepada Misyono.

Meski sempat diberi selendang oleh dua orang itu, keesokan harinya, bapak dua anak itu pun bekerja seperti biasa mencari rumput di hutan Baluran, tepatnya di Blok Waru. Saat mencari rumput, Misyono menemukan benda aneh yang terimpit di akar kayu jati. Misyono yang penasaran segera mengambil benda itu. Ternyata setelah didekati benda berlumut itu berupa patung.

Misyono kemudian ingat bahwa sebelumnya sempat bermimpi diberi selendang. Ia berkata pada dirinya bahwa jika itu merupakan rezekinya, benda itu akan bisa diambil dan bisa dibawa pulang. Sekitar dua jam, barulah benda aneh tersebut bisa diangkat. Tanpa banyak pertimbangan, Misyono langsung membawa patung tersebut ke rumahnya.

"Patung ini sulit diambil, saat itu terimpit akar jati dan kondisinya berlumut. Setelah saya ingat bahwa semalam bermimpi, dan bicara sendiri, kalau memang rezeki, saya yakin benda ini bisa saya ambil, lalu bisa diambil akhirnya," kata Misyono kepada wartawan, Rabu (13/3/2013).

Misyono menambahkan, selama perjalanan pulang, patung Ken Dedes tersebut sempat ditawar oleh seorang sopir asal Bali seharga Rp 500.000. Namun, Misyono tidak menjualnya dan memilih memberi tahu ke sang istri.

Sesampainya di rumah, warga sekitar pun langsung berdatangan untuk melihat benda penemuan Misyono. Patung tersebut memiliki tinggi 40 cm, lebar 30 cm, dan berat sekitar 15 kilogram. Warga percaya patung yang ditemukan Misyono itu adalah arca Ken Dedes yang menurut legenda merupakan istri Ken Arok, raja Singasari. Sampai saat ini, patung tersebut masih berada di rumah Misyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau