Bursa ketum demokrat

Saan: Wacana Aklamasi Ketum Demokrat Bisa Ditolak

Kompas.com - 14/03/2013, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, rencana aklamasi Kongres Luar Biasa (KLB) yang selama ini diwacanakan bisa saja ditolak oleh para peserta kongres. Pasalnya, aturan penyaringan bursa calon Ketua Umum tidak diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

"Itu (bursa caketum) tidak ada aturannya, mekanisme kongres akan ditetapkan dalam sebuah aturan atau tata tertib kongres yang akan dibuat saat itu," ujar Saan di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (14/3/2013).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu juga mengatakan, tata tertib harus disepakati oleh para peserta kongres yang sebagian besar merupakan pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang. "Bisa saja rencana aklamasi itu ditolak," kata Saan.

Meski demikian, Saan mengungkapkan, rencana aklamasi dengan memilih calon yang dikeluarkan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono bisa saja dilakukan selama mekanisme ini diterima DPD dan DPC.

"Jadi semuanya tergantung pada suara di DPD dan DPC," ujar Saan.

Saan merasa yakin bahwa SBY nantinya tidak akan membatasi jumlah calon yang maju dalam bursa KLB. Menjelang pelaksanaan KLB pada 30-31 Maret 2013 di Bali, bursa calon Ketua Umum Partai Demokrat kian panas dengan munculnya sejumlah nama yang digadang menjadi pengganti Anas Urbaningrum. Dari kalangan internal nama yang disebut-sebut yakni Hadi Utomo (mantan Ketua Umum Partai Demokrat), Marzuki Alie (Wakil Ketua Dewan Pembina), Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekjen), dan Ny Ani Yudhoyono. Sementara, dari kalangan eksternal yakni Djoko Suyanto (Menkopolhukam), Jenderal TNI Pramono Edhie (Kasad), dan Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan).

Menjelang KLB, sejumlah politisi Demokrat mendukung mekanisme pemilihan secara aklamasi. Dengan mekanisme ini, SBY akan menyaring semua calon dan kemudian dikeluarkan ke peserta kongres untuk dipilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau