Jokowi dan Menpera Bangun Rusun untuk Buruh

Kompas.com - 15/03/2013, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada kabar baik untuk buruh di Jakarta dari Kemenpera dan Pemprov DKI. Kemenpera siap menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menyokong pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di wilayah DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjelaskan, pihaknya telah menyediakan puluhan hektar lahan di tiga titik, yakni Rawa Bebek, Daan Mogot, dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Di tiga titik itu, nantinya akan berdiri sekitar 11-12 twin block yang tarif sewanya diberikan sangat murah.

Khusus untuk rusun di Rawa Bebek, lahan seluas 17 hektar telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI guna pembangunan 14 blok rusun. Namun begitu, seluruh rusun itu hanya diberikan khusus untuk para pekerja.

"Di Rawa Bebek nanti kita akan bangun enam blok, syukur-syukur kalau Kemenpera nambahin jadi delapan, itu baik sekali. Kalau enggak ya kita bangun sendiri," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Mengenai tarifnya, mantan Wali Kota Surakarta ini belum bisa memutuskannya. Namun begitu, estimasinya sesuai dengan yang diusulkan oleh Pemerintah Pusat, yakni sekitar Rp 350.000 per bulan. Tarif sebesar itu dibagi untuk biaya sewa kamar Rp 300.000, dan biaya sewa tempat tidur sebesar Rp 50.000 di setiap bulannya.

Selain diberikan tarif sewa yang murah, Pemprov DKI juga siap memberikan rusun tersebut full furnished. Sumber anggarannya akan ditopang melalui APBD Perubahan. "Ini untuk pekerja, kalau rusun untuk masyarakat harus dibedakan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sekretaris Daerah Jawa Timur, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai penyediaan rusunawa bagi pekerja/buruh di Indonesia. Penandatanganan itu dilakukan dalam Rapat Konsultasi Regional Kemenpera 2013 di Hotel Sultan, Jakarta.

Selain di Jakarta, Kemenpera juga akan membangun rusunawa serupa di daerah-daerah tersebut. Seluruhnya, jumlah rusunawa yang akan dibangun oleh Kemenpera mencapai 35 twin block dengan alokasi anggaran Rp 16 miliar per twin block-nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau