JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung prihatin dengan kekalahan demi kekalahan yang didapat partainya dalam sejumlah perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Setidaknya sudah tiga pilkada pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Golkar gagal meraih suara terbanyak.
"Saya termasuk yang sangat prihatin dengan kekalahan di Jawa Barat, kemudian Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan terakhir Papua," ujar Akbar dalam diskusi di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan.
Senior di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini mengatakan bahwa tiga daerah itu merupakan basis kekuatan Partai Golkar selama ini. "Maka itu ada yang salah. Yang salah itu apa, maka harus dipelajari," ujarnya.
Bahan evaluasi ini, lanjut Akbar, juga penting sebagai masukan bagi Partai Golkar mempersiapkan pilpres yang akan datang. Akbar menduga, bisa saja yang salah adalah pemilihan calon yang diusung Partai Golkar. "Mungkin calon yang kami tetapkan tidak sejalan, tidak sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan kehendak masyarakat sehingga mereka tidak memilih calon itu," katanya.
Akbar juga menyoroti cara menetapkan calon kepala daerah yang akan diusung. "Kalau mekanisme pemilihannya ternyata tidak menjamin (kemenangan), maka kenapa tidak kami lakukan juga perubahan," ucap Akbar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang