Basuki Kaji Pencabutan BOP Siswa Miskin

Kompas.com - 18/03/2013, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi siswa miskin sedang dikaji untuk dicabut. Seluruh siswa, baik yang menempuh pendidikan di sekolah swasta maupun negeri, diharuskan membayar uang sekolah.

"Sekolah negeri dibayar penuh BOP-nya, sementara sekolah swasta yang murah hanya 20-30 persen. Kasihan jadinya sekolah-sekolah swasta yang murah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, Senin (18/3/2013).

Basuki mengatakan, hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar DKI dapat bertindak lebih adil. Pemprov DKI Jakarta akan membuat semua siswa untuk membayar penuh biaya sekolah. Bagi siswa yang tidak mampu, kata dia, Pemprov DKI akan menyalurkannya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"BOP-nya kami cabut, jadi bayarnya melalui KJP. Siswa yang tidak mampu, akan kami berikan KJP untuk bayar, ini baru adil kan. Sekarang ini lagi kami kaji," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengatakan kalau wacana itu telah disampaikan langsung oleh Basuki. Tindak lanjutnya, kata dia, masih akan dilakukan kajian dan analisisnya oleh tim dari Dinas Pendidikan DKI.

Menurut Taufik, rencana itu perlu penelaahan yang lebih dalam yang kemudian dapat dilaporkan kembali kepada Basuki sehingga ia pun belum bisa berbicara banyak terkait wacana yang dikeluarkan Basuki itu.

"Saya belum bisa menyampaikan kepada khalayak. Nanti setelah dikaji dari Dinas Pendidikan, akan dipaparkan di hadapan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait," kata Taufik.

Pemprov DKI telah meluncurkan program wajib belajar 12 tahun pada Hari Pendidikan Nasional, (2/5/2012) lalu. Program itu menyebutkan, seluruh anak usia sekolah dapat melanjutkan pendidikan dengan gratis hingga tingkat SMA atau SMK dan sederajat.

Tidak hanya itu, BOP yang dulunya hanya diberikan hanya untuk siswa SD dan SMP sejak Mei 2012 sudah diberikan hingga tingkat SMA. Bahkan, SD dan SMP swasta juga turut diberikan BOP secara penuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau