Mikroskop dari iPhone untuk Periksa Cacing Usus

Kompas.com - 19/03/2013, 12:58 WIB

Dengan lensa tambahan iPhone diubah menjadi mikroskop.

Ilmuwan menggunakan telepon pintar iPhone 4S untuk mendiagnosa infeksi cacing usus pada anak-anak sekolah di Tanzania.

Mereka memasang sebuah lensa bola seharga 8 dollar AS atau sekitar Rp 77.000 di lensa kamera ponsel, dan menggunakan sebuah senter murah dan plester ganda untuk membuat sebuah mikroskop.

Menggunakan kamera improvisasi tersebut mereka mempelajari kehadiran telur, yang menjadi tanda kehadiran parasit di dalam usus.

Saat hasilnya diperiksa ulang di laboratorium dengan mikroskop sesungguhnya, ternyata akurasi alat ciptaan mereka tersebut mencapai 70% dari sampel yang terkena infeksi, dan ada 90% infeksi yang lebih berat.

Kajian ini dipublikasikan pada pekan ini di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.

Peneliti Dr Isaac Bogoch, seorang spesialis dalam penyakit infeksi dan internal di Rumah Sakit Umum Toronto kepada BBC mengatakan dia telah membaca tentang mikroskop dari telepon pintar ini dicoba dalam sbeuah laboratorium dan memutuskan untuk ''menciptakan kembali dalam aturan yang nyata.''

"Pada akhirnya kami menginginkan sesuatu seperti ini bisa digunakan sebagai test diagnosa. Kami ingin digunakan oleh seorang yang bisa memakainya,'' katanya.

"Akurasi 70% tidak cukup bagus, kami ingin diatas 80% dan kami belum sampai ke sana,'' tambahnya.

"Teknologinya tersedia. Kami ingin menggunakan bahan yang terjangkau dan mudah didapat.''

Lensa bola

Dr Bogoch beserta timnya, yang terdiri atas ahli dari Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Institut Kesehatan Publik dan Tropis Swiss, mengatakan alasan mengapa Apple iPhone yang digunakan adalah karena itu adalah satu-satunya telepon seluler yang dia miliki.

"Anda butuh lensa bola untuk membantu pembesaran, tetapi telepon seluler apapun dengan kamera layak dan fungsi pembesaran akan cukup,'' katanya.

Telur cacing terkecil yang berhasil terlihat dengan menggunakan kamera telepon seluler ini memiliki diameter 40-60 mikrometer.

"Dari sebuah telur itu bukan kecil tetapi tidak besar juga,'' kata Dr Bogoch.

"Mikroskop sangat bagus dalam mendiagnosa anak-anak yang terinfeksi dengan cacing usur, jadi mereka bisa dengan lebih mudah dilihat.''

Cacing usus diperkirakan menginfeksi lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, kebanyakan di kawasan miskin.

Infeksi parasit ini menyebabkan gizi buruk, pelambatan pertumbuhan dan mengganggu perkembangan mental. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau