AS-Israel Perkuat Aliansi

Kompas.com - 21/03/2013, 03:26 WIB

Kairo, Kompas - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu (20/3), menegaskan pentingnya AS dan Israel memperkuat hubungan aliansi di antara mereka, menyusul situasi tidak stabil di Timur Tengah saat ini.

Hal itu mereka sampaikan dalam pidato singkat upacara penyambutan Obama di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel, Rabu siang waktu setempat. Ini adalah kunjungan pertama Obama ke Israel sejak ia menjabat Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2008.

Selain ke Israel, Obama juga akan mengunjungi wilayah Palestina dan Jordania dalam rangkaian lawatan ke Timur Tengah kali ini. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang memantau lawatan Obama tersebut dari Kairo, Mesir.

Presiden Israel Shimon Peres dan PM Netanyahu menyambut langsung Presiden Obama di bawah tangga pesawat kepresidenan AS, Air Force One.

Dalam pidato penyambutan mereka, baik Peres maupun Netanyahu menyampaikan rasa terima kasih Israel kepada AS yang selama ini selalu membela Israel dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Netanyahu menekankan, kekuatan aliansi AS-Israel itu semakin dibutuhkan di tengah kian tidak stabilnya situasi di Timur Tengah saat ini.

Sementara Obama yang berbicara setelah Peres dan Netanyahu menegaskan, komitmen AS terus membela kepentingan Israel di segala bidang. Obama menegaskan, aliansi AS-Israel akan terus terjalin secara abadi.

Obama mengatakan, alasan AS selalu membela Israel selama ini adalah para pendiri negara AS dan Israel memiliki pijakan filosofi yang sama dalam membela dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

”AS berjuang di mana pun di belahan bumi ini untuk misi kemanusiaan, seperti membantu korban bencana dan upaya mewujudkan kebebasan atau sistem demokrasi,” tutur Obama.

Bukan hal baru

Analis politik Palestina, Khaled Sahin, kepada stasiun televisi Aljazeera mengatakan, pernyataan Presiden Obama tentang komitmen membela Israel bukanlah hal baru dan wajar saja.

Menurut Sahin, ada dua alasan yang membuat Obama makin menegaskan pentingnya aliansi AS-Israel. Pertama, Israel bagi AS ibarat kapal perangnya di Timur Tengah yang selalu mematuhi perintah Washington ke mana harus berlayar dan menjalankan kepentingan AS di kawasan tersebut.

Kedua, munculnya kekuatan radikal di beberapa negara Arab menumpang gerakan Musim Semi Arab yang dinilai bisa mengancam kepentingan AS dan Israel. Sahin mencemaskan situasi tidak stabil di Timur Tengah saat ini membuat isu Palestina menjadi terabaikan.

Para analis Israel memprediksi, lawatan Obama kali ini sangat sulit karena peta kekuatan politik yang berkuasa di Israel saat ini tidak kondusif menerima ide terobosan soal proses perdamaian Timur Tengah.

Analis politik dan keamanan di harian Yedioth Ahronoth, Ron Ben Yishai, menyebutkan, Netanyahu dan Menhan Moshe Ya’alon setuju solusi dua negara, tetapi solusi itu belum dilaksanakan karena situasi tak stabil di Timur Tengah saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau