Caketum Demokrat Minimal Lima Tahun Jadi Pengurus

Kompas.com - 21/03/2013, 22:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Tinggi Partai Demokrat tengah mempersiapkan sejumlah persyaratan untuk calon ketua umum baru. Salah satunya terkait minimal masa bakti di kepengurusan partai.

"(Minimal) lima tahun dia menjadi pengurus," ujar Wakil Ketua Umum Max Sopacua di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (21/3/2013). Sebelumnya, persyaratan calon ketua umum Partai Demokrat sudah diperlunak dengan membolehkan rangkap jabatan dilakukan calon itu. Semula, Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa ketua umum harus orang yang fokus mengurus partai.

Wakil Ketua Umum Jhonny Allen mengatakan, tidak ada kriteria khusus yang diminta SBY saat meminta ketua umum yang baru adalah orang yang bisa fokus. "Memang kalau ada dua jabatan langsung disebut tidak fokus? Kan tidak," ujarnya.

Max pun berpendapat sama. Menurut Max, tidak mungkin seorang politisi hanya memiliki satu jabatan saja. "Partai kan tidak menggaji kita. Jadi, wajar saja kalau ada pengusaha yang di partai juga. Kan sama-sama kerja, yang penting fokus," ucapnya.

Dengan syarat-syarat itu, terbuka peluang Marzuki Alie masuk kembali dalam bursa calon ketua umum. Pasalnya, sebelumnya, pencalonan Marzuki sempat mengundang keraguan di beberapa pengurus karena Marzuki kini tengah menjabat sebagai Ketua DPR.

Partai Demokrat akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa pada 30-31 Maret 2013 di Bali. Kongres dilakukan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum. Diperkirakan akan ada sekitar 800 peserta mengikuti kongres itu.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau