Penyerangan di lapas sleman

Jenazah Para Korban Dibawa ke RS Sarjito

Kompas.com - 23/03/2013, 09:47 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jenazah empat korban dalam penyerangan gerombolan bersenjata ke Lembaga Pemasyarakatan IIB Cebongan, Sleman, Sabtu (23/3/2013), dibawa ke Rumah Sakit Dr Sarjito, Yogyakarta. Keempat korban yang tewas ditembak itu adalah pelaku penganiayaan di Hugos Cafe, Yogyakarta, yang menewaskan Sertu Santosa, anggota TNI AD Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, beberapa waktu lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB, tiga mobil ambulans dari Palang Merah Indonesia yang membawa jenazah empat korban penyerangan keluar dari lapas. Ketiga mobil ambulans tersebut keluar dengan pengawalan satu mobil Sabhara dari Polres Sleman. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keempat jenazah akan diotopsi di rumah sakit tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dini hari tadi gerombolan bersenjata yang diperkirakan berjumlah lebih dari 17 orang merangsek ke Lapas Cebongan. Dengan menggunakan penutup muka, lengkap dengan senjata api, mereka melompati pagar gedung setinggi sekitar satu meter, kemudian memaksa penjaga untuk menunjukkan lokasi ruang tahanan empat pelaku penganiayaan di Hugos Cafe.

Seusai menemukan targetnya, gerombolan tersebut lantas menembak para pelaku yang berjumlah empat orang di dalam sel tahanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau