Keragaman Budaya Ternate di Festival Legu Gam

Kompas.com - 24/03/2013, 09:57 WIB

TERNATE, KOMPAS.com - Festival Legu Gam yang akan digelar di Ternate, Maluku Utara (Malut) tanggal 31 Maret-13 April 2013, menampilkan keragaman budaya Kesultanan Ternate, termasuk tiga kesultanan lainnya di wilayah Malut. Tidak itu saja festival yang digelar Kesultanan Ternate bekerja sama dengan Pemkot Ternate tersebut akan menyuguhkan pula pemecahan rekor MURI untuk pembuatan nasi jaha (kuliner khas Malut) sepanjang 10 km.

Menurut Ketua Panitia Festival Legu Gam, Arifin Djafar, kegiatan budaya yang akan ditampilkan pada festival yang telah masuk dalam kalender wisata tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut di antaranya ritual gam ma cahaya, yakni pawai obor mengelilingi Pulau Ternate.

Ritual yang melibatkan ribuan masyarakat adat Kesultanan Ternate ini bertujuan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Ternate terhindar dari segala mala petaka dan acara Festival Legu Gam berlangsung dengan aman mulai dari pembukaan sampai pada penutupan.

Selain itu, kegiatan parade budaya yang melibatkan masyarakat adat Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan yang bertujuan memperkenalkan ciri khas budaya masing-masing kesultanan.

Menurut Arifin Djafar, kegiatan budaya lainnya pada festival yang digelar untuk memeriahkan ulang tahun ke-78 Sultan Ternate Mudhafar Sjah tersebut adalah ritual fere kie, yakni mendaki di Puncak Gunung Gamalama yang melibatkan masyarakat adat serta para wisatawan yang ingin berwisata ke Puncak Gamalama.

Ritual yang ditandai dengan pembacaan doa pada makam keramat di puncak Gunung Gamalama tersebut bertujuan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar masyarakat Ternate dan daerah lainnya di Malut terbebas dari bencana.

Ritual kololi kie mote ngolo, yakni mengelilingi Pulau Ternate melalui laut menggunakan kora-kora (perahu tradisional), juga merupakan kegiatan budaya yang akan digelar pada festival yang dijadwalkan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.

"Masih banyak lagi ritual adat lainnya yang akan ditampilkan pada Festival Legu Gam tersebut, seperti ritual dabus (atraksi kekebalan), ritual pengobatan tradisional dan ritual perayaan ulan tahun Sultan Ternate," katan Arifin Djafar.

Pertunjukan kesenian dan tarian tradisional dari Kesultanan Ternate dan tiga kesultanan lainnya di Malut juga tak ketinggalan ditampilkan pada festival yang diperkirakan dihadiri ribuan pengunjung termasuk wisatawan dari mancanegara tersebut.

Festival yang rutin digelar setiap tahun itu juga akan dimanfaatkan untuk menyuarakan Sultan Iskandar Muhammad Jabir Syah sebagai pahlawan nasional melalui kegiatan seminar yang akan melibatkan para pakar sejarah dari berbagi daerah di Indonesia.

Promosi

Festival Legu Gam yang akan dipusatkan di Lapangan Ngara Lamo Ternate tersebut juga diisi dengan kegiatan pameran untuk mempromosikan potensi pariwisata dan investasi di Kota Ternate dan kabupaten/ kota lainnya di Malut.

Para pengusaha dari Malut dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, termasuk para pengusaha kerajinan setempat tak ketinggalan ambil bagian pada festival tersebut untuk mempromosikan produk mereka kepada para pengunjung.

Menurut Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman, pemerintah kota dari 18 kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah VI juga ambil bagian untuk mempromosikan potensi daerahnya pada festival tersebut.

Pemkot Ternate sendiri pada festival yang direncanakan dihadiri sejumlah Duta Besar (Dubes) dari negara sabahat tersebut akan mempromosikan potensi wisata peninggalan sejarah, seperti benteng peninggalan kolonial dan wisata bahari.

Selain itu juga akan mempromosikan potensi wisata ilmiah, khususnya penelitian flora dan fauna, karena di Ternate ada kawasan hutan yakni di sekitar Danau Tolire yang dihuni lebih dari 40 jenis burung, beberapa di antaranya burung endemik Malut.

Menurut Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Ternate, Husen Alting, pengunjung dari luar Malut yang akan menyaksikan Festival Legu Gam tidak akan mengalami kesulitan karena akses transportasi dari dan ke Ternate, baik melalui jalur udara maupun jalur laut saat ini sangat lancar.

Untuk jalur udara misalnya saat ini ada lima perusahan penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Ternate setiap hari. Begitu pula akomodasi di Ternate cukup memadai, baik untuk hotel kelas melati maupun hotel bintang empat, restoran pun cukup banyak, baik yang menyajikan menu makanan nasional dan internasional maupun menu makanan khas Malut.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau