Kebakaran di Gedung MA Dapat Diatasi Sekuriti

Kompas.com - 27/03/2013, 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran yang terjadi di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/3/2013) pagi ini sudah berhasil dipadamkan. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo, para personil pemadam kebakaran turun ke lokasi hanya untuk mencari data dan informasi, tidak untuk memadamkan api yang berkobar.

"Kebakarannya kecil, jadi apinya sudah dipadamkan oleh pihak sekuriti," kata Subejo kepada Kompas.com, di Jakarta.

Hingga pukul 09.30 WIB, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI masih terus mengumpulkan data terkait penyebab kebakaran yang diduga muncul dari salah satu ruangan di Gedung MA. Api yang mulai muncul sekitar pukul 06.30 WIB itu, kata Subejo, tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Namun, saat ditanyakan terkait dokumen-dokumen penting yang ikut hangus terbakar, Subejo enggan menjelaskannya.

"Nanti saya kabari lagi. Karena kami masih mencari data di lokasi," kata Subejo.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Ridwan Mansyur mengatakan, tidak ada berkas penting yang hangus pada insiden kebakaran kecil di Gedung Mahkamah Agung. Menurut dia, fasilitas yang ikut hangus terbakar hanyalah karpet dan pojokan meja di ruangan Hakim Agung Solthony Mohdali. Dia mengungkapkan bahwa kebakaran ini akibat hubungan pendek arus listrik yang berada di bawah karpet.

"Kejadian itu hanya berlangsung sekitar 15 menit dan api langsung bisa dipadamkan. Saat ini para petugas sedang melakukan pembersihan," kata Ridwan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau