Alumni ITB Siapkan 200 Beasiswa

Kompas.com - 28/03/2013, 18:26 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan beasiswa bagi 200 siswa lulusan SMA sederajat dari keluarga tidak mampu untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

"Selama ini, ITB dinilai sebagai perguruan tinggi yang eksklusif yang hanya bisa dijangkau oleh masyarakat kaya. Tetapi melalui alumni ITB peduli pendidikan kami ingin mengembalikan bahwa ITB milik semua kalangan," kata Koordinator Alumni ITB Peduli Pendidikan Eddy Purnomo, saat melakukan sosialisasi di SMA Muhammadiyah I Kota Magelang, Rabu.

Ia menyebutkan, beasiswa yang disiapkan tersebut meliputi biaya perkuliahan dan biaya hidup. Diperkirakan setiap penerima beasiswa akan mendapat sekitar Rp 500.000 per bulan. Namun, jumlah tersebut masih akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Ia menuturkan, nilai itu memang sudah standar, tetapi akan dilihat dulu kebutuhan terutama biaya indekos, karena harga per bulan tidak sama.

Eddy menuturkan, untuk mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa harus menyertakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang ditandatangani oleh orangtua dan aparat desa.

"Hanya sekadar keterangan saja. Satu lembar cukup, asalkan ada tandatangan dari pihak keluarga dan desa. Setelah itu akan ada seleksi lagi, karena kami tidak mau ada orang yang sebenarnya mampu tetapi masuk dalam program ini," tuturnya.

Menurut dia, gagasan untuk melakukan program Alumni ITB Peduli Pendidikan ini bermula dari keprihatian terhadap penilaian masyarakat yang menganggap ITB merupakan perguruan tinggi eksklusif.

Sebelumnya, biaya pendidikan di ITB sangat mahal yakni sekitar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta sebagai uang pangkal.

"Dari situlah kemudian muncul gagasan untuk melakukan terobosan, yakni Alumni ITB Peduli Pendidikan. Jadi, bagi siapa pun dari latar belakang apa pun punya kesempatan mengenyam pendidikan di ITB, dan saat ini sudah tidak lagi dipungut uang pangkal," lanjutnya.

Ia mengatakan, sosialisasi program Alumni ITB Peduli Pendidikan akan dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia. Selama ini pihak ITB sudah mendatangi sedikitnya 16 sekolah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Semarang, Magelang, Yogyakarta, dan rencananya akan ke Sumatera," ujarnya.

Menurut dia, program tersebut akan dilakukan rutin setiap tahun, karena pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau