Hindari Hal Tak Pantas, Buku Ajar SD Dibuat Kemendikbud

Kompas.com - 30/03/2013, 00:35 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Selama ini pembuatan buku ajar untuk jenjang pendidikan dasar diserahkan pada pihak ketiga. Namun pada kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memilih membuat sendiri.

Hal tersebut bertujuan agar masalah substansi isi dapat dikontrol langsung dan mencegah munculnya hal-hal yang tidak sepantasnya masuk dalam buku ajar siswa. Namun dalam perjalanannya, ada tiga hal yang harus dipertimbangkan.

"Jadi ada tiga hal yang harus dipertimbangkan dalam buku ajar siswa dan tidak boleh terlewat," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh saat dijumpai di Kantor Bupati Kendal, Jumat (29/3/2013).

Hal pertama yang menjadi pertimbangan adalah buku yang dicetak tidak boleh miskonsep. Yang dibahas dalam buku tersebut harus sesuai dengan metode yang diusung oleh kurikulum baru, yaitu tematik integratif yang mengedepankan kompetensi dasar seperti tingkah laku, skill dan pengetahuan.

Hal kedua yang dipertimbangkan adalah isi buku ajar tersebut tidak boleh menimbulkan kontroversi. Misalkan saja, dalam buku PPKn dijelaskan mengenai presiden Republik Indonesia yang disertai gambar tapi tidak lengkap sehingga menimbulkan kebingungan dan berujung kontroversi.

"Contoh saja, yang ditampilkan hanya gambar Bung Karno, Habibie dan SBY. Nah itu tidak boleh seperti itu, Bu Meganya mana, Gus Dur dan Soeharto juga mana," ujar Nuh.

"Untuk buku agama juga harus diperiksa, untuk Kong Hu Cu harus ada. Tidak boleh terlewatkan," imbuhnya.

Hal ketiga yang penting dalam masalah pengadaan buku ini adalah meminimalisir kesalahan teknis cetak. Untuk itu, pemantauan intensif dan pemilihan perusahaan harus yang terpercaya dan berpengalaman. Pasalnya, buku yang salah cetak ini akan menimbulkan masalah ke depannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau