Mulai Hari Ini, KRL Jabodetabek Ada Setiap 7 Menit

Kompas.com - 01/04/2013, 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai janji PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 7 Maret lalu, mulai hari ini, Senin (1/4/2013), akan diberlakukan Perubahan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta di stasiun yang tidak membutuhkan waktu lama.

"Dari yang biasanya setiap 15 menit KRL masuk ke stasiun, nantinya bergeser jadi sekitar 7 menit sekali ada KRL masuk ke stasiun," kata Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Untuk rute Stasiun Bogor menuju Jatinegara yang melalui jalur lingkar dalam kota (loopline), perjalanan kereta akan ditambah dari 67 perjalanan menjadi 93 perjalanan. Sementara untuk lintas Serpong-Tanah Abang, perjalanan KRL yang sebelumnya terdapat 74 perjalanan meningkat menjadi 87 perjalanan.

Kemudian untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota, perjalanan ditambah dari 84 perjalanan menjadi 106 perjalanan. Satu-satunya pengurangan jumlah perjalanan hanya terjadi untuk KRL dari arah Stasiun Bogor menuju Stasiun Jakarta Kota melalui jalur tengah dalam kota (central line).

Mulai 1 April 2013, jumlah perjalanan akan berkurang dari 193 perjalanan menjadi 176 perjalanan. "Mulai tanggal 1 April 2013, terjadi peningkatan jumlah perjalanan yang sebelumnya 514 perjalanan menjadi 533 perjalanan KRL," ujar Handoyo.

Selain penambahan jumlah perjalanan dan pemangkasan waktu tunggu di stasiun, mulai 1 April 2013, khusus untuk rute-rute dari Bogor, baik yang menuju Jatinegara maupun Jakarta Kota, KRL pemberangkatan pertama akan mulai berangkat pukul 04.00 WIB, dari sebelumnya pukul 04.25 WIB.

Sedangkan untuk KRL pemberangkatan terakhir dari Jakarta menuju Bogor, baik dari Jatinegara maupun Jakarta Kota, KRL yang tadinya hanya sampai pukul 22.30 WIB akan diperpanjang menjadi pukul 00.25 WIB.

Tri Handoyo menerangkan, pergeseran waktu pemberangkatan kereta ini dikarenakan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang yang akan menggunakan KRL baik pada saat jam berangkat kerja maupun pada saat jam pulang kerja.

"Karena pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, jumlah penumpang KRL sering melebihi kapasitas, bahkan tidak sedikit pula yang ketinggalan kereta," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau