Solar Langka, Pendapatan Sopir Berkurang

Kompas.com - 01/04/2013, 15:51 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Para sopir truk di Solo mengeluhkan pendapatan mereka yang menurun sebagai dampak terhambatnya pasokan solar di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Kasnadi (43), seorang pengemudi truk yang ditemui Kompas.com di SPBU Sekarpace, Jebres, Solo, mengaku hanya bekerja dua hari sekali gara-gara kelangkaan solar. Penghasilannya pun menurun hingga 50 persen. Biasanya dia bisa memperoleh pendapatan antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000.

"Biasanya seminggu saya bisa full mengangkut barang. Namun karena solar sulit, sekarang hanya bisa dua hari sekali," keluh lelaki asal Banyuanyar, Solo.

Nasib serupa dialami Yatno, sopir pengangkut makanan ringan. Yatno mengisahkan, selain pendapatannya menurun, dia juga ditegur pemilik barang yang dia angkut.

Yatno mengaku sudah menunggu di SPBU Sekarpace sejak pukul 03.00, pada Senin (1/4/2013). "Sudah ditelepon terus sama yang punya barang, kok tidak datang datang," kata Yatno saat ditemui pada Senin siang.

Yatno dan Kasnadi serta belasan sopir lainnya akhirnya bisa bernapas lega setelah truk tangki pengangkut BBM tiba di SPBU itu sekitar pukul 13.15 WIB. Satu persatu truk yang mulai mengantre hingga keluar gerbang SPBU pun bisa mendapatkan solar.

Menurut Direktur SPBU Sekarpace, Joko Supeno, solar di SPBU sudah kosong sejak hari Sabtu (30/3/2013). "Sudah dua hari ini solar kosong sejak Sabtu malam. Hingga Senin siang pukul 13.15, tangki solar sudah datang"kata Joko. Pasokan kali ini datang dari Sales Region DIY," kata Joko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau