SOLO, KOMPAS.com - Para sopir truk di Solo mengeluhkan pendapatan mereka yang menurun sebagai dampak terhambatnya pasokan solar di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Kasnadi (43), seorang pengemudi truk yang ditemui Kompas.com di SPBU Sekarpace, Jebres, Solo, mengaku hanya bekerja dua hari sekali gara-gara kelangkaan solar. Penghasilannya pun menurun hingga 50 persen. Biasanya dia bisa memperoleh pendapatan antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000.
"Biasanya seminggu saya bisa full mengangkut barang. Namun karena solar sulit, sekarang hanya bisa dua hari sekali," keluh lelaki asal Banyuanyar, Solo.
Nasib serupa dialami Yatno, sopir pengangkut makanan ringan. Yatno mengisahkan, selain pendapatannya menurun, dia juga ditegur pemilik barang yang dia angkut.
Yatno mengaku sudah menunggu di SPBU Sekarpace sejak pukul 03.00, pada Senin (1/4/2013). "Sudah ditelepon terus sama yang punya barang, kok tidak datang datang," kata Yatno saat ditemui pada Senin siang.
Yatno dan Kasnadi serta belasan sopir lainnya akhirnya bisa bernapas lega setelah truk tangki pengangkut BBM tiba di SPBU itu sekitar pukul 13.15 WIB. Satu persatu truk yang mulai mengantre hingga keluar gerbang SPBU pun bisa mendapatkan solar.
Menurut Direktur SPBU Sekarpace, Joko Supeno, solar di SPBU sudah kosong sejak hari Sabtu (30/3/2013). "Sudah dua hari ini solar kosong sejak Sabtu malam. Hingga Senin siang pukul 13.15, tangki solar sudah datang"kata Joko. Pasokan kali ini datang dari Sales Region DIY," kata Joko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang