Jokowi: Tanamannya Kurus Kayak Saya

Kompas.com - 03/04/2013, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak cara yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menggenjot semua bawahannya untuk bekerja cepat. Sesekali ia lontarkan sindiran, bahkan di depan umum, tanpa harus mengurangi esensi ketegasannya.

Misalnya saat melantik Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman, serta Kepala Satpol PP DKI Jakarta, di Balaikota Jakarta, Rabu (3/4/2013). Seusai pengambilan sumpah dan pelantikan, tiba waktunya Jokowi menyampaikan sambutan serta pesan perdananya untuk pejabat yang baru dilantik.

Pesan pertama ia sampaikan untuk Kepala Dinas (Kadis) Pertamanan dan Pemakaman yang baru saja dilantik, Widyo Wiyono Budi. Dalam suasana khidmat, Jokowi meminta Kepala Dinas yang baru untuk segera memperbaiki dan mengelola taman-taman di Ibu Kota. Menurut Jokowi, perubahan Jakarta akan tampak dalam tempo cepat jika kondisi tamannya terawat dengan baik.

Namun kemudian, mantan Wali Kota Surakarta ini melontarkan perumpamaan bernada sindiran yang membuat seisi ruangan tak mampu menahan tawanya.

"Saya titip sedikit pada Kadis yang baru agar taman dikelola dengan baik dan cepat. Selama ini kita nanamnya bisa, tapi mupuknya tidak bisa, sehingga tanaman kurus-kurus kayak saya," kata Jokowi. Sontak, suasana yang semula sunyi senyap berubah menjadi riuh sesaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau