Banjir Rendam Apartemen di Kedoya

Kompas.com - 05/04/2013, 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Apartemen mewah Westling Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (5/4/2013), dilanda banjir setinggi 1,5 meter. Banjir tersebut berasal dari air kiriman di sodetan Sungai Pesanggrahan.

"Ini banjir kiriman, biasa kalau di selatan hujan deras, ya limpahannya ke Kali Pesanggrahan sini," kata Iwan, penghuni Apartemen Westling, Jumat.

Iwan berharap program Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang ingin melakukan normalisasi sungai segera terlaksana. Salah satu sungai yang akan dinormalisasi itu adalah Sungai Pesanggrahan. Ia percaya langkah normalisasi Sungai Pesanggrahan itu akan mengurangi risiko terjadinya banjir di tempat tersebut.

Iwan mengatakan, keadaan banjir seperti ini membuatnya tidak nyaman. Meski demikian, pria yang sudah tinggal 10 tahun di apartemen mewah tersebut tidak akan pindah dan mengungsi. Di apartemen tersebut, hanya akses masuknya saja yang sulit dilalui. Untuk itu, yang pertama kali harus diungsikan adalah kendaraan milik penghuni apartemen.

"Sejauh ini enggak perlu sampai ngungsi. Kita korban banjirnya, kan, dari depan apartemennya sampai lobi saja," kata Iwan.

Sebelumnya, banjir juga menggenangi permukiman warga di RW 05 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebanyak 14 RT di RW tersebut mengalami banjir setinggi 1,2 meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau