Pasca-bom boston

Politisi hingga Atlet Kecam Teror Boston

Kompas.com - 16/04/2013, 17:33 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Tragedi ledakan bom di tengah ajang maraton Boston yang menewaskan tiga orang itu mendapat reaksi keras dari para pemimpin dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pesan belasungkawanya kepada Presiden Barack Obama menyebut insiden di Boston tersebut sebagai sebuah "kejahatan barbar".

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia sangat ketakutan saat mengetahui tragedi itu.

"Tak ada pembenaran apa pun untuk sebuah serangan kejam yang mengincar warga yang menghadiri sebuah ajang yang penuh kedamaian," ujar Merkel.

Kecaman juga datang dari Presiden Perancis Francois Hollande. Dia bahkan menyerukan solidaritas untuk pemerintah dan rakyat Amerika Serikat untuk menghadapi tragedi itu.

Perdana Menteri Italia Mario Monti dalam pesannya kepada Presiden Obama mengatakan, serangan di Boston itu dilakukan orang-orang pengecut.

"Saya yakin dalam suasana yang menyedihkan ini, Amerika memahami bagaimana bereaksi untuk menegaskan nilai-nilai peradabannya yang luar biasa," kata Monti.

Tak hanya para sekutu AS yang mengecam kebrutalan di Boston itu. Presiden Afganistan Hamid Karzai yang belakangan hubungannya kurang mesra dengan AS juga menyampaikan pesan dukanya.

"Kami sering mendapatkan serangan teroris yang menyebabkan kematian warga sipil selama bertahun-tahun sehingga rakyat kami sangat mengetahui sakit dan penderitaan yang muncul akibat insiden seperti itu," demikian ujar Hamid Karzai.

Ucapan belasungkawa, dukungan, dan kecaman terhadap serangan bom itu juga datang dari Uni Eropa dan NATO. Kedua organisasi besar itu sama-sama menyatakan keterkejutannya atas tragedi tersebut.

Reaksi juga datang dari dua nama besar di dunia lari maraton, Haile Gebrselassie dan Paula Radcliffe.

"Banyak orang 'sakit' di luar sana. Siapa yang tega melakukan hal seperti ini?" kata Radcliffe, perempuan tercepat dalam sejarah maraton lewat akun Twitter-nya.

Sementara legenda lari jarak jauh asal Etiopia, Haile Gebrselassie, mengatakan, teror di Boston sangat mengerikan.

"Maraton membawa kebersamaan di antara manusia, jadi apa yang terjadi di Boston sangat mengerikan," kata Gebrselassie.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau